Tuesday, January 31, 2012

Suka menilai orang bodoh tanda ilmu tidak bermanfaat




Al Hafidz Ibnu Rajab telah menyebutkan ciri-ciri seseorang mempunyai ilmu yang bermanfaat atau sebaliknya, "Adapun sesiapa yang ilmunya tidak bermanfaat, maka tidak ada kesibukan baginya kecuali takabbur dengan ilmunya terhadap manusia. Dan menampakkan kelebihan ilmunya dari yang lain serta menilai orang lain bodoh. Serta merendahkan orang lain untuk meninggikan dirinya sendiri. Dan ini adalah pencapaian yang paling buruk. Dan boleh juga menilai para ulama sebelumnya sebagai orang bodoh, lalai dan lupa. Maka ada keharusan baginya cinta kepada dirinya dan cinta kepada popilaritasnya. Berkhusnudzan kepada dirinya dan bersu`udzan kepada para ulama sebelumnya."

Adapun mengenai ciri seseorang mempunyai ilmu bermanfaat, Ibnu Rajab meneruskan, "Adapun pemilik ilmu bermanfaat bertolak belakang dengan hal tersebut, ia bersu'udzan kepada diri mereka sendiri, dan berhusnudzan kepada para ulama sebelumnya, mengakui dengan hati mereka keutamaan siapa sebelumnya dan ketidak mampuan diri mereka untuk sampai kepada darjat mereka. "(Fadhl Ilmi As Salaf 'ala Ilmi Al Khalaf, hal. 28).

Mudah-mudahan kita dihindarkan Allah dari sifat yang melekat pada orang-orang yang ilmunya tidak bermanfaat.

- sumber dari fiqhislam.com

0 Responses to “Suka menilai orang bodoh tanda ilmu tidak bermanfaat”




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
p/s: Jika ada diantara blogger yang ingin bertukar pautan link dengan detikislam.blogspot.com, boleh lah pm di facebook admin.

Juga kepada blogger-blogger yang telah membuat pautan link detikislam di blog masing-masing tetapi admin masih tidak meletakkan pautan link blog saudara saudari, minta pm juga di facebook admin. Sekian, Terima Kasih

Blog's stats Jumaat 30.12.2011 bersamaan 4 Safar 1433

Back To Top
Profile Picture
©1433 Hakcipta Tak Terpelihara
Anda digalakkan untuk mengambil apa-apa bahan di dalam laman ini untuk tujuan penyebaran, tanpa perlu memberitahu kepada pihak kami. Anda digalakkan untuk memaparkan sumber asal bahan tersebut.
E-mel :@gmail.comatau Facebook :www.facebook.com/blogdetikislam