Tuesday, June 28, 2016

Haid Datang 5 Minit Sebelum Maghrib, Bagaimana Puasanya?


Apabila seorang wanita mulai kedatangan haid lima minit sebelum azan magrib, sama ada puasanya diteruskan atau batal?

Jawapan:

Alhamdulillah, dikutip dari IslamQA. Kalau seorang wanita telah keluar haid sebelum terbenam matahari, walaupun sesaat, maka puasanya batal. Maka dia harus mengqadha untuk hari itu.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata dalam kitab Majalis Syahri Ramadan, hal. 39: "Kalau haidnya telah terlihat dari seorang wanita yang sedang berpuasa meskpun sesaat sebelum magrib, maka puasa hari itu batal dan diharuskan mengqadha."

Dia tidak dibolehkan berpuasa dalam keadaan haid, kalau dia tetap melakukan (puasa), maka puasanya tidak sah.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam Al-Mughni, 4/397: "Jika wanita haid berniat puasa dan menahan (dari makan) padahal dia telah mengetahui keharaman akan hal itu, maka dia berdosa dan tidak diterima puasanya."

Wallahu a'lam.

sumber islampos.com

Monday, June 27, 2016

Para Pemimpin Tidur


Dunia Islam harus menyedari, baik pemimpin dan masyarakatnya akan fakta-fakta berikut ini:

Pemimpin Amerika sekarang ini bukan memimpin untuk kemaslahatan negerinya ... Politik Amerika sekarang tidaklah digariskan oleh undang-undang Gedung Putih ... Sesunggunhya yang memimpin Amerika hari ini adalah kelompok Yahudi-Zionis yang semakin besar di Amerika dengan menggunakan cover Kristian. Yang mengendalikan Gedung Putih ialah undang-undang yang ada dalam Kitab Perjanjian Lama.

Adapun sasaran utama yang tidak boleh dirunding dan ditawar ialah memusnahkan Islam dengan cara menghancurkan kaum Muslimin di mana saja mereka berada, apapun keadaan mereka, walaupun mereka bagaikan Malaikat Rahmah yang berjalan di atas bumi dengan tenang.

Kata baru yang dihembuskan ke telinga kita yang belum terbiasa mendengarnya, yaitu Keganasan, adalah senjata pemusnah Amerika yang sangat fleksibel digunakan untuk memakan korban orang-orang yang tak bersalah di seantero dunia ini. Senjata tersebut telah berjaya membunuh kaum Muslimin yang tak bersalah yang tidak dapat dicelakakan sebelumnya oleh senjata apapun.

Jika anda mendengar mereka (Amerika) mengucapkan kata "pengganas", ketahuilah bahawa terjemahannya tak lain adalah aktivis Muslim yang aktif yang perlu dicurigai. Jika anda mendengar mereka (Amerika) berkata "Keganasan", maka ketahuilah terjemahannya tidak lain kecuali generasi Islam yang tidak tidur menjaga kemaslahatan negeri mereka, atau yang bekerja keras untuk mengembalikan hak-hak umat mereka.

Itulah keputusan yang diambil beberapa tahun lalu dalam gua tersembunyi dan gelap gelita, dengan penghinaan yang luar biasa terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta gangguan terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan.

Tiba masanya masyarakat Muslim dunia mencari gua tempat tidur dan sembunyi para pemimpin mereka serta para pemimpin Pertubuhan Persidangan Islam (OIC) dan membangunkan mereka dari tidur nyenyak, membebaskan mereka dari rasa mengantuk yang sangat berat itu agar mereka mau membuka mata untuk melihat keputusan yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Protestan Yahudi atas nama "Perjanjian Lama", berkaitan hak Islam dan kaum Muslimin. Teks keputusan itu berkaitan dengan penghapusan Al-Qur'an. Benar, untuk menghapuskan Al-Qur'an dan membersihkan bumi (negeri) Islam dari Al-Qur'an dan semua kaum Mukmin serta memberikannya (negeri-negeri Islam) itu kepada Bani Israel dengan harga yang sangat murah.

Itulah keputusan yang dikeluarkan para petinggi Taurat / Perjanjian Lama di Amerika dan para pelayan dan budak-budak Yahudi di Gedung Putih telah berjanji untuk menjalankan keputusan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Nah, apa pula gerangan keputusan yang akan dikeluarkan oleh Dunia Islam melalui para pemimpinnya dan melalui OIC, atau melalui lembaga apa saja yang ada di Dunia Islam?

Wahai para pemimpin yang sedang nyenyak tidur di dalam gua! Mengapa kalian tidak menggali gua yang lebih dalam lagi untuk kalian boleh tidur lebih nyenyak lagi agar terbuka peluang lebar-lebar bagi orang-orang yang masih hidup? Orang-orang mulia dan terhormat di kalangan masyarakat kalian yang darah mereka mendidih di mana mereka merindukan hari kematian di jalan Allah?

Mereka telah menjadikan Islam sebagai jalan hidup dan telah berbai'ah (sumpah setia) kepada Allah, sementara kalian menjadikan diplomasi untuk hiasan lisan ... mereka telah menjadikan ubudiyah yang jujur ​​dan takut pada Allah, sementara kalian menjadikan kata-kata hampa dan kosong yang tidak boleh diterima oleh moral dan hati .. Serentak dengan itu, kamu tidak pula mau kecuali tetap hidup di atas jasad umat kalian yang terluka menganga itu ....

Wahai para pemimpin yang kerdil ... Jika kalian tetap tidak mempunyai rasa ghirah (cemburu) atas kemuliaan yang dinjak-injak dan hak-hak yang dicabik-cabik oleh dasar Amerika itu, maka paling tidak kalian harus punya rasa kasihan terhadap umat kalian yang dengan mereka kamu sampai ke kerusi kuasa itu ... Sebenarnya kalian sanggup mengubati luka umat ini dengan salah satu daripada dua cara:

Dengan taubat nashuha (yang sungguh-sungguh) ikhlas kerana Allah dan kemudian kembali berlindung kepada syari'at dan agama-Nya.

Atau berlapang dada pada umat dan masyarakat kalian dan membuka jalan lebar-lebar pada mereka agar mereka dapat peluang menganut prinsip-prinsip dan nilai-nilai agar dengannya mereka dapat meniti jalan menuju ketinggian kemuliaan dan kepahlawanan ..

Jika kalian tetap tidak mau bertaubat pada Allah dan berdamai dengan-Nya, tidak mau melirik dan mengasihani umat ini demi menyembunyikan kepala kalian dari para pembunuh dan perampas hak-hak kalian dan para perompak kekayaan ekonomi negeri kalian, maka lebih baik kamu mencari tempat tidur di dalam bumi, dari pada kalian mati tercabik-cabik di atasnya. Yang demikian itu lebih baik agar persekitaran tidak dicemari oleh bau busuk dan bangkai-bangkai para pemimpin.

sumber eramuslim.com

Sunday, June 26, 2016

Abdullah bin Mubarak, Ulama yang Berhaji tanpa Ke Tanah Suci


Ketika sampai di Kota Kufah, perjalanan haji Abdullah bin Mubarak ke Tanah Suci terhenti. Dia melihat seorang perempuan sedang mencabuti bulu itik dan Abdullah seperti tahu, itik itu adalah bangkai.

"Ini bangkai atau hasil sembelihan yang halal?" Tanya Abdullah memastikan.

"Bangkai, dan aku akan memakannya bersama keluargaku."

Ulama hadis yang zuhud ini heran, di negeri Kufah bangkai ternyata menjadi santapan keluarga. Ia pun mengingatkan perempuan tersebut bahawa tindakannya adalah haram. Si perempuan menjawab dengan pengusiran.

Abdullah pun pergi tapi selalu datang lagi dengan nasihat sama. Berkali-kali. Hingga suatu hari perempuan itu menjelaskan perihal keadaannya.

"Aku mempunyai beberapa anak. Selama tiga hari ini aku tak mendapatkan makanan untuk menyara mereka. "

Hati Abdullah bergetar. Segera ia pergi dan kembali lagi bersama keldainya dengan membawa makanan, pakaian, dan sejumlah bekal.

"Ambillah keledai ini di bawah barang-barang bawaannya. Semua untukmu. "

Tak terasa, musim haji berlalu dan Abdullah bin Mubarak masih berada di Kufah. Artinya, ia gagal menunaikan ibadah haji tahun itu. Dia pun memutuskan bermukim sementara di sana sampai para jamaah haji pulang ke negeri asal dan ikut bersama rombongan.

Begitu tiba di kampung halaman, Abdullah disambut antusias masyarakat. Mereka beramai-ramai memberi ucapan selamat atas ibadah hajinya. Abdullah malu. Keadaan tak seperti yang disangkakan oran-orang. "Sungguh aku tidak menunaikan haji tahun ini," katanya meyakinkan para penyambutnya.

Sementara itu, kawan-kawannya yang berhaji mengetengahkan cerita lain. "Subhanallah, bukankah kami menitipkan bekal kepadamu ketika kami pergi kemudian mengambilnya lagi saat kau di Arafah?"

Yang lain ikut menanggapi, "Bukankah kau yang memberi minum kami di suatu tempat sana?"

"Bukankah kau yang membelikan sejumlah barang untukku," kata satunya lagi.

Abdullah bin Mubarak semakin bingung. "Aku tak faham dengan apa yang kamu katakan. Aku tak melaksanakan haji tahun ini. "

Hingga malam harinya, dalam mimpi Abdullah mendengar suara, "Hai Abdullah, Allah telah menerima amal sedekah dan mengutus malaikat menyerupai sosokmu, menggantikanmu menunaikan ibadah haji." Demikian diceritakan kitab An-Nawadir karya Syeikh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qulyubi.

sumber islampos.com

Saturday, June 25, 2016

Di Akhir Zaman, Hukum Allah Ditinggalkan

hukum buku

Menjelang akhir zaman, hukum Allah SWT akan ditinggalkan. Kebanyakan manusia tidak lagi mengindahkan aturan-Nya.

HIDUP ini penuh dengan permasalahan. Tetapi, kita tidak merasa kelabakan mengatasinya. Sebab, Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberikan kita pedoman, yakni kitab suci Al-Quran dan sunnah Rasul. Kedua-duanya merupakan sumber undang-undang utama bagi setiap muslim. Permasalahan apapun dapat diatasi dengan baik, jika mengikuti aturan-Nya.

Meski begitu, ternyata kebanyakan orang tak mengindahkan aturan Allah SWT tersebut. Inilah yang akan berlaku di akhir zaman kelak. Di mana kebanyakan manusia tidak lagi mempergunakan hukum Allah SWT.

Kita tahu bahawa mengambil keputusan hukum berdasarkan peraturan yang ditetapkan Allah SWT turunkan adalah salah satu kewajiban utama. Allah SWT berfirman, "Barang siapa tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir," (QS. Al-Maidah: 44).

Di akhir zaman, tali-tali pengikat Islam akan terlepas satu per satu. Tali yang pertama kali akan terlepas itu adalah hukum Allah.

Umamah al-Bahli RA meriwayatkan, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tali-tali pengikat Islam ini akan terleas satu per satu. Setiap kali satu tali terlepas, manusia akan berpegang pada tali berikutnya. Yang pertama akan terlepas adalah hukum Allah dan terakhir adalah solat, "(HR. Ahmad dan At-Thabrani. Perawi hadis ini adalah perawi as-sahih).

Tanda ini sudah kelihatan di sebahagian besar negeri Islam. Mereka sudah tidak lagi berpegang pada hukum Islam kecuali dalam persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pernikahan, talak, waris dan seumpamanya. Dalam persoalan-persoalan jual-beli, undang-undang jenayah dan undang-undang sivil, mereka berpedoman pada undang-undang Perancis, Inggeris dan hukum-hukum positif lainnya. Inilah maksud tidak berhukum dengan hukum Allah. "Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. Al-Maidah: 50). []

Rujukan: Kiamat Sudah Dekat? / Karya: Dr. Muhammad Al-'Areifi / Penerbit: Qisthi Press

sumber islampos.com

Friday, June 24, 2016

Tembok Besar Cina, Dinding yang Dibuat Oleh Iskandar Zulkarnain?

tembok besar china

Tembok besar China dengan dinding yang dibuat oleh Dzul Qarnain terdapat banyak perbezaan.

Tentu kita mengetahui bahawa pada suatu saat nanti akan hadir Ya'juz dan Ma'juz yang akan membawa malapetaka bagi manusia. Di mana, ia menginginkan agar manusia berada dalam kesesatan. Jauh sebelum itu terjadi Dzul Qarnain, pemimpin yang adil dan bijaksana berusaha melindungi rakyatnya dari Ya'juz dan Ma'juz. Maka, dibangunlah dinding penghalang.

Diriwayatkan bahawa sudah ada manusia yang melihat dinding tersebut. Dan ada yang mengatakan bahawa dinding yang dibina Dzul Qarnain adalah tembok besar China. Benarkah demikian?

Terdapat banyak perbezaan antara dinding yang dibina Dzul Qarnain dengan tembok besar China.

1. Dinding itu dibina oleh Dzul Qarnain untuk menahan serangan Ya'juz dan Ma'juz. Sedangkan tembok besar China dibina oleh para maharaja China untuk melindungi kerajaan mereka.

2. Bahkan baku dinding Ya'juz dan Ma'juz, sebagaimana disebutkan oleh ayat Al-Quran adalah besi dan timah. Sedangkan bahan mentah tembok besar China adalah batu bata dan pelekat.

3. Dinding Ya'juz dan Ma'juz dibina di antara dua gunung untuk menutup mulut lembah yang menjadi satu-satunya jalan di antara keduanya. Sedangkan tembok China dibina di puncak-puncak gunung untuk menutup banyak jalan, dan memanjang beribu-ribu batu dan timur hingga barat China.

4. Dinding Ya'juz dan Ma'juz tidak dapat ditembusi, kecuali atas kehendak Allah di akhir zaman nanti. sedangkan tembok China sudah rapuh dan runtuh beberapa titik. Sehingga, orang-orang pun boleh keluar masuk melalui bahagian-bahagian yang runtuh itu. Malah, beberapa bahagiannya sudah dirosakkan oleh orang-orang.

Maka, boleh dikatakan bahawa kemungkinan besar, tembok besar China bukanlah dinding yang dibuat oleh Dzul Qarnain untuk Ya'juz dan Ma'juz. []

Rujukan: Kiamat Sudah Dekat? / Karya: Dr. Muhammad Al-'Areifi / Penerbit: Qisthi Press

sumber islampos.com


Thursday, June 23, 2016

SUARA PEMBACA Lagi, dan Lagi Diskriminasi Terhadap Muslim Cina

Pengungsi Uighur di Thailand

Diskriminasi dari kerajaan China terhadap Muslim Uighur masih terus berlaku. Pihak berkuasa China melarang kaum muslim untuk berpuasa. Kerajaan China di Xinjiang mengumumkan perkara itu melalui laman berita mereka pada 6/6/2016 lalu iaitu hari permulaan bulan suci Ramadhan.

China telah melanggar hak asasi manusia selama bertahun-tahun dalam melayan bangsa Uighur, di mana beratus-ratus telah dilaksanakan di luar kerangka undang-undang, dan beberapa yang lain telah dilaksanakan melalui operasi rahsia oleh pasukan keselamatan China.

Parti komunis yang berkuasa di China secara rasmi adalah ateis. Menurut Pew Research Centre, jumlah Muslimin di China mencapai 21.6 juta jiwa. Selama bertahun-tahun mereka telah melarang pegawai kerajaan dan anak-anak Xinjiang untuk berpuasa. Xinjiang adalah rumah bagi lebih dari 10 juta muslim Uighur. Kumpulan-kumpulan hak asasi manusia (HAM) menyalahkan ketegangan di Xinjiang sebagai akibat sekatan kebebasan agama dan budaya yang seharusnya dinikmati Uighur. Beberapa jabatan kerajaan daerah di Xinjiang mengeluarkan notis di laman web mereka dalam seminggu terakhir tentang larangan berpuasa selama bulan Ramadhan.

"Anggota parti, aktivis, PNS, mahasiswa, dan kanak-kanak di bawah umur tidak boleh puasa sepanjang Ramadhan dan tidak harus mengambil bahagian dalam kegiatan keagamaan," kata laman web kerajaan bandar Koarla, Xinjiang tengah. Sekatan dan bahkan larangan berpuasa itu terjadi di hampir semua wilayah di Xinjiang. Mereka mengumumkannya secara terbuka melalui laman-laman dalamannya.

Muslimin Cina sering kali menjadi objek pembunuhan, terutama di kawasan Xinjiang yang memang menjadi tempat kebanyakan Muslim China. Telah banyak terjadi pembunuhan di sepanjang sejarah Muslim China. Muslim Uyghur sering kali menjadi sasaran kekerasan. Mereka bahkan dimasukkan dalam senarai pengganas Cina. "Warga Muslim Uyghur memang selalu menjadi kambing hitam Pemerintah China atas aksi keganasan di bandar Urumqi, Wilayah Xinjiang. Di Xinjiang, selama 2009 telah terjadi ketegangan antara suku Muslim Uighur dan suku Han yang menguasai daratan China.

Tercatat, pada Julai 2009 terjadi konflik kekerasan antara Uyghur dan suku Han di Urumqi, ibu kota Xinjiang. Konflik tersebut menyebabkan sekurang-kurangnya 197 orang terbunuh, 1,700 orang cedera, dan 1.434 Muslim Uighur diculik serta dihukum pemerintah China. Konflik Juga terjadi pada 2008. Sekurang-kurangnya, 22 orang meninggal dunia akibat bertempur Muslim Uyghur dengan aparat setempat. Konflik terjadi ketika Muslimin tak mendapat izin untuk membina masjid.

Surat khabar Perancis "Le Monde" menerbitkan laporan tentang pembungkaman media yang dilakukan oleh kerajaan China berkaitan apa yang berlaku di daerah kaum Muslim Uighur, berikutan serangan yang berlaku pada 18 September 2015, di lombong Aksu, wilayah Xinjiang, China. Ketika sekumpulan orang yang tak dikenali menyerang para pekerja lombong dan aparat polis yang ada di tempat, hingga mengorbankan 16 orang.

Surat kabar itu mengatakan bahawa kerajaan China menganggap setiap peristiwa yang terjadi di daerah Xinjiang adalah aksi terorisme, kerana kawasan tersebut dihuni oleh minoriti kaum Muslim Uighur. Oleh kerana itu, kerajaan China memberi dirinya hak untuk melakukan kekerasan dan penyiksaan terhadap setiap suspek. Semua inilah yang semakin membuat tegang hubungan antara minoriti Muslim dengan kerajaan China.

Setelah berpuluh-puluh tahun "menyembunyikan apinya", inilah China, yang telah lama mendakwa sebagai bangsa yang beradab, kini memperlihatkan hakikat diri yang sebenarnya, yaitu sebagai penguasa psikopat di wilayah tersebut. Walaupun China mempunyai sikap pragmatik yang cukup untuk mengekalkan hubungan perdagangan, China melayan jirannya dengan keangkuhan dan kesewenang-wenangan yang sama sepertiyang dilakukan terhadap rakyatnya. Dengan keganasan seperti ini, China mengobok-obok rakyat Turkestan Timur.

Kaum Muslim Turkestan Timur masih menjadi orang asing dan pengemis di negeri dan di rumah mereka sendiri. Turkestan Timuradalah wilayah yang kaya dengan sumber-sumber mineral seperti hidrokarbon, emas dan uranium. Namun, standard hidup kaum Muslim Uighur berada pada tahap yang paling rendah di China.

China memboyong berjuta-juta orang China dari suku Han ke wilayah Turkestan Timur untuk menenggelamkan kaum Muslim di sana. Mereka memaksa para perempuan Muslim Uighur agar menggugurkan kehamilannya sebagai wujud dari pelaksanaan dasar "satu anak untuk satu keluarga". Ini sebenarnya bertujuan untuk mengurangkan jumlah kaum Muslim di wilayah ini. Ini sebagaimana kebiasaan Kerajaan China yang telah melancarkan serangan sengit terhadap segala sesuatu yang melambangkan identiti Islam, seperti hijab (pakaian sesuai syariah) bagi perempuan Muslim.

sumber islampos.com

Wednesday, June 22, 2016

Malahayati, Laksamana Muslimah Pertama Dunia

malahayati

SEJARAH penuh dengan wanita yang melakukan pekerjaan besar dalam beberapa dekad terakhir. Dari mula ilmu pengetahuan untuk seni rupa, sukan ekstrim, hingga saat ini setiap disiplin ilmu mempunyai wira versi perempuan. Selalu ada 'wanita pertama' dalam segala hal. Malahayati adalah salah satu dari mereka.

Keumalahayati, juga dikenali sebagai Malahayati, adalah laksamana wanita pertama di dunia. Cerita dan prestasinya lebih daripada sekadar mengesankan, berani, terhormat, berjaya dan mengagumkan. Dia adalah teladan dan inspirasi bagi semua orang.

Malahayati hidup pada tempoh Kesultanan Aceh selama abad ke 15 dan abad ke 16. Dia adalah keturunan pengasas Kesultanan Aceh Darussalam. Bahkan, salah satu pengasas adalah datuknya Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah. Ayah dan datuknya merupakan laksamana yang sangat dihormati. Malahayati tertarik dengan pekerjaan yang juga diceburi ayahnya, dan memutuskan untuk masuk ke Akademi Tentera Ma'had Baitul Maqdis setelah lulus dari pesantren. Akademi tersebut menyediakan pendidikan di Angkatan Laut dan Jabatan Tentera Darat. Setelah lulus dari sana, Malahayati berkahwin dengan cinta sejatinya, seorang perwira calon Angkatan Laut. Malangnya ia terbunuh dalam perang teluk Haru melawan pasukan Portugis. Malahayati bersumpah untuk membalas dendam untuk suaminya.

Bertekad meneruskan perjuangan suaminya, dia meminta Sultan untuk membentuk armada dengan kakitangan janda-janda Aceh. Lahirlah armada bernama 'Inong Bale Armada' dan Malahayati diangkat sebagai Laksamana Pertama. Dia memimpin banyak pertempuran yang berbeza melawan Belanda dan Portugis.

Pada tahun 1599 komander Belanda Cornelis de Houtman dan saudaranya Frederick de Houtman melawat Sultan untuk membina hubungan perdagangan mereka. Mereka disambut dengan damai tapi Cornelis membawa orang Portugal sebagai penterjemah, yang merupakan penghinaan terhadap Sultan. Banyak pertempuran kekerasan diikuti di mana Malahayati adalah memimpin. Dia berjaya mengalahkan Belanda, tewas Cornelis dan dipenjara saudaranya selama dua tahun.

Pada tahun 1600 Paulus van Caerden, yang memimpin Angkatan Laut Belanda dirompak sebuah kapal dagang Aceh dan ditenggelamkan. Setahun kemudian Admiral Jacob van Neck dan rakan-rakannya memperkenalkan diri sebagai saudagar untuk membeli lada. Tapi setelah Malahayati mendapati bahawa mereka adalah orang Belanda, mereka ditangkap sebagai pampasan atas perbuatan sebelumnya. Setelah beberapa bulan Maurits van Oranje memerintahkan dua utusan, Laksamana Laurens bicker dan Gerard de Roy, untuk mengambil surat diplomatik permintaan maaf dan beberapa hadiah untuk Empayar dari Aceh. Akibatnya Malahayati dan utusan membuat perjanjian demi perjanjian. Malahayati kemudian dilantik sebagai Komander Pasukan dan Penjaga Istana. Malahayati terlibat ketika Inggeris masuk Selat Melaka. Ratu Elizabeth I telah menghantar James Lancaster dengan surat untuk Sultan. Setelah ia melakukan rundingan dengan Malahayati kesepakatan membuka laluan Inggeris ke Jawa.

Banyak pertempuran yang dipimpin oleh Malahayati. Dia berjaya mengalahkan Belanda, serta menewaskan Cornelis de Houtman dan memenjarakan saudaranya selama dua tahun.

Sebuah kebetulan yang luar biasa adalah cara Malahayati meninggal dunia. Dia tewas dalam pertempuran melawan Portugis, seperti suaminya. Dewasa ini, banyak universiti, hospital, jalan dan bandar-bandar di Sumatera yang menggunakan namanya.

Tidak ada keraguan bahawa Malahayati adalah nama besar untuk diingat. Dia adalah seorang pejuang dengan kemahuan untuk mencapai apa pun.

sumber islampos.com

Sunday, June 19, 2016

Arab dan Kiamat

abdullah raja

Assalamualaikum wr wb

Saya baru saja membaca artikel di eramuslim tentang pembangunan di Arab Saudi. saya jadi teringat sebuah dalil naqly (al-Quran atau al-hadis saya lupa, maklum awam), yang menyatakan bahawa salah satu tanda kiamat adalah diangkatnya ka'bah oleh Allah. yang ingin saya tanyakan, maksud dalil tersebut dalam konotasi / denotasi? kerana mungkin saja ka'bah seakan-akan diangkat kerana telah diabaikan. trima kasih atas jawabannya, maklum pak saya tidak boleh bahasa arab. jadi tidak berani membuat tafsir sendiri

wassalamualaikum wr wb

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara Yondha yang dirahmati Allah SWT, seiring perkembangan zaman, kemajuan teknik dan industri, maka demikian pula dengan kebathilan. Seperti kalimat bijak, "Kian tinggi ilmu seseorang, maka semakin tinggi pula kelicikan iblis yang menggodanya." Jadi, kalau zaman dulu itu para pembela kebatilan melakukan hal tersebut secara terang-terangan, maka sekarang ini, para pembela kebatilan jauh lebih bijak dan pintar, banyak dari mereka yang malah bersembunyi di balik "al-haq", di balik tuntutan-tuntutan moral, etika, maupun agama, walaupun mereka tidak canggung untuk menjual ayat-ayat Allah SWT demi memuaskan hawa nafsunya sendiri. Ini berlaku di mana-mana, termasuk di Saudi Arabia yang setelah memberontak terhadap kekhaliahan Turki Utsmaniyah menjelma menjadi satu "negara" yang menganut sistem monarki-mutlak, yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW untuk lebih mengutamakan sistem syura.

Ketika di zaman Rasulullah SAW mendakwahkan Islam, beliau mendapat tentangan yang sangat keras dari kaum musyrikin Quraisy, yang notabene merasa terancam kekuasaannya oleh agama baru yang dibawa Muhammad SAW yang menyatakan tidak ada tuhan melainkan ALLAH SWT. Jadi, tuhan-tuhan kecil yang mengejawantah dalam diri para tokoh Quraisy akan dihalau dari tempat tinggal. Umat ​​Islam adalah umat yang hanya mempunyai satu tuhan, yakni ALLAH SWT, dan satu anutan yakni Muhammad SAW. Sedangkan kepada orang-orang yang mempunyai ilmu agama, apakah itu disebut Ustadz atau apa pun, sepanjang dia berada di jalan al-Qur'an maka ikutilah, namun jika mereka itu sudah menyimpang atau mengkhianati Qur'an, maka tinggalkanlah.

Di zaman Rasulullah SAW, kaum musyrikin Quraisy terang-terangan menentang dan membela kebatilan. Seiring dengan kemajuan zaman, maka sekarang ini, para pewaris kaum musyrikin Quraisy jauh lebih pintar, lebih lihai, dan lebih licik tentunya. Mereka tidak lagi merasa perlu terang-terangan menghancurkan Islam, dan jika perlu menghancurkan Islam dari dalam. Mereka mengaku sebagai pelayan umat, namun dalam kenyataannya lebih mengutamakan melayani Amerika Serkat dan rangkaian Zionis Dunia.

Atikel yang dimuat eramuslim berjudul "Potret Arab Saudi di Masa Datang" merupakan bukti jika secara terancang, para penguasa Arab Saudi memang ingin menghancurkan satu demi satu warisan Islam peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat, bahkan menggali kembali peninggalan-peninggalan zaman pra Islam yang dibangga- banggakan oleh kaum musyrikin Quraisy. Ini merupakan fakta.

Kita boleh lihat cetak biru Kota Makkah di masa depan yang dari atas akan menyerupai simbol Dewa Matahari, satu bentuk lapangan tepat dilangsungkannya upacara pemujaan Dewa Matahari Romawi kuno (cuba bandingkan cetak biru Mekah dengan lapangan Santo Petrus di Vatican, mirip bukan? Bukan rahsia lagi jika Gereja mewarisi ritual penyembahan Dewa Matahari, yang boleh dilihat di ujung tongkat kepausan dan juga hari Kebaktian yang mengambil hari Sun-Day, hari Matahari. di masa depan Mekkah akan dijadikan sama seperti Vatican). Namun Mekah lebih parah, jika Obelisk di Lapangan Santo Petrus ada lapan jalur, maka Kaabah di Mekah akan dikelilingi enam jalur jalan. Enam titik jalur ini jika dihubungkan secara "lompat satu" akan membentuk simbol Hexagram atau Bintang David. Alangkah ironisnya nanti jika simbol Bintang David akan juga dicetak di Mekah! Namun inilah perilaku para penguasa Saudi sekarang.

Kita juga harus ingat, Kerajaan Saudi Arabia itu berdiri, memberontak dan lepas dari Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, atas sokongan rangkaian Zonis Antarabangsa. Salah seorang perwira Yahudi Inggeris, Leftenan Terrence Edward Lawrence, yang disusupkan dan mengendalikan pasukan Saudi ini. Setelah menjadi kerajaan, 75.000 pasukan Saudi Arabia-Saudi Arabian National Guard (SANG) -dibentuk dan mendapat latihan dari Vinnel Corporation, salah satu Privat Military Agency (PMA) AS dengan nilai kontrak yang sangat besar. Tentu saja, CIA dan MOSSAD berada di belakang PMA ini.

Di Mekah pula, para penguasa Saudi mempersilakan syarikat-syarikat penyumbang Zionis seperti Starbucks dan McD membuka gerai dan banyak menarik pelanggan. Bahkan Al-Walid, salah seorang kerabat istana Saudi, menguasai banyak syarikat yang banyak di antaranya menjadi penyumbang ZionisIsrael. Namun ketika Muslim Gaza dibantai Israel, Saudi (dan juga Mesir) bersikap adem-ayem, bahkan merestui pembunuhan ini kerana mereka lebih bersahabat dengan pelayan Zionis bernama Mahmud Abbas, ketimbang dengan HAMAS.

Sebab itu, empat belas abad silam, Rasulullah SAW telah memberikan gambaran tentang hari akhir, di mana selepas kedatangan Imam Mahdi yang juga bernama Muhammad, pasukan Imam Mahdi akan menyerang dan membebaskan Jazirah Arab terlebih dahulu-termasuk membebaskan Saudi Arabia-dari penguasa-penguasa Arab yang zalim dan bahlul, sebelum mengancurkan kaum Syiah dan Yahudi.

Sedangkan mengenai penghalalan Kaabah, itu terjadi di saat umur kaum Muslimin sudah habis. Penghalalan Kaabah akan tiba di saat seluruh kaum Muslimin sudah meninggal dunia dengan tenang terkena angin yang bertiup lembut dari arah Yaman. Jadi, umat Islam tidak akan mengalami kiamat yang menakutkan. Kiamat besar hanya akan menimpa orang-orang jahat dan kaum kufar.

Semua gambaran tentang hari akhir ini boleh kita baca di dalam banyak buku dan kesusasteraan yang mengandungi hadis-hadis sahih, yang sudah banyak dijual secara umum di pelbagai kedai buku. Wallahu'alam bishawab. (Rz)

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

sumber eramuslim.com

Wednesday, June 15, 2016

Bagaimana Berpuasa di Masa Kedatangan Dajjal?


Secara garis besar, Mukjizat yang dimiliki oleh Rasulullah saw. ditinjau dari "masa berlakunya" terbagi menjadi empat macam. Pertama adalah mukjizat yang hanya terjadi pada masa kerasulan beliau, seperti terpancarnya air di antara jari-jemari Rasulullah pada hari Hudaibiyah, terbelahnya bulan, Isra'-Mi'raj, batu yang mengucapkan salam kepada beliau dan masih banyak mukjizat lain yang hanya terjadi pada masa kenabian dan tidak berlaku sebelum atau sesudahnya.

Kedua adalah mukjizat yang telah terjadi pada masa Rasulullah, dan akan terus berlaku hingga akhir zaman nanti. Inilah kitab suci Al-Qur'an itu, sebuah mukjizat yang mengandungi ilmu dan hikmah di mana ruang dan masa tidak akan mampu mengikisnya.

Ia akan tetap kekal hingga akhir zaman nanti tanpa ada satu makhluk pun yang dapat memalsukannya, menandinginya, apalagi menghancurkannya. Al-Qur'an juga boleh dibedah melalui sudut pandang disiplin ilmu apapun, dan Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang paling banyak dihafal oleh manusia selama bumi ini diciptakan.

Ketiga adalah mukjizat yang tidak terjadi pada masa Rasulullah, melainkan ia telah terjadi di masa lampau. Maksudnya, mukjizat tersebut berkenaan mengenai pemberitaan Rasulullah mengenai perihal umat-umat terdahulu secara terperinci dan tepat, sehingga orang yang mendengarnya seolah menyaksikan kejadian tersebut dengan mata-kepala mereka.

Disebabkan oleh hal itu pula, akhirnya banyak rahib, pendeta, maupun rabi yahudi dan nasrani yang langsung beriman kepada Rasulullah kerana beliau mampu menceritakan kisah Nabi Musa dan Nabi Isa -'alaihimassalam- persis sebagaimana yang mereka dapatkan dalam Taurat dan Injil. Rasulullah dapat menceritakan kejadian bermula dari penciptaan Nabi Adam, perahu Nabi Nuh, perihal kaum 'Ad, Tsamud, Namrud dan Firaun semuanya dengan "tajam dan dipercayai".

Dan keempat adalah mukjizat yang berkaitan dengan masa depan. Di mana Rasulullah boleh memberitahu tentang kejadian yang belum terjadi pada saat itu. Sebagaimana beliau mengungkapakan bahawa suatu saat bangsa Romawi -yang kala itu ditawan oleh Persia- akan berbalik mengalahkan Parsi dan memenangi peperangan dalam tempoh tidak lebih dari 9 tahun, kemudian hal itu pun benar berlaku dan semuanya tertulis di dalam surat "ar-Ruum" yang dengan kabar itu pula menegaskan bahawa segala yang dikatakan oleh Rasulullah adalah benar adanya.

Tetapi masih banyak perkara yang diungkapkan Rasulullah pada masa kerasulan beliau yang menceritakan hal-ehwal umat manusia pada masa yang akan datang dan sebahagiannya telah wujud tetapi banyak pula yang belum terjadi. Di antara yang telah wujud adalah berita tentang tanda-tanda kedatangan kiamat. Seperti banyaknya seorang anak yang berbuat durhaka kepada orang tuanya.

Tentu saja tanda tersebut sangat mudah didapati pada masa ini, kerana tidak sukar untuk mencari sosok "Malin Kundang" di zaman sekarang, dimana seorang anak tidak lagi patuh kepada orang tuanya dan melayan mereka seperti budaknya. Bahkan tak jarang seorang anak sanggup membunuh orang tuanya sendiri. Ini adalah salah satu tanda "kecil" dari kiamat yang telah diberitakan Rasulullah 14 abad silam dan telah terbukti pada masa ini.

Sedangkan tanda-tanda kiamat yang belum wujud hingga sekarang adalah seluruh tanda "besar" yang menandakan bahawa kiamat telah sangat dekat, seperti kemunculan ya'juj-ma'juj dan dajjal. Sebagaimana tercatat dalam kitab-kitab hadis, bahawa Rasulullah telah mewanti-wanti akan kemunculan dajjal di akhir zaman kelak. Beliau sangat terperinci dalam mengungkap identiti dajjal beserta ciri-ciri fizikalnya, apa pekerjaan dan tujuannya, serta berapa lama dia berada di bumi.

Salah satu ciri fizikal yang paling menonjol dalam diri dajjal adalah matanya yang buta sebelah (a'war) dan di jidatnya terdapat tulisan "ka-fa-ra" yang dapat dibaca oleh semua orang mukmin sekalipun yang buta huruf. Pekerjaan dajjal adalah menyebarkan pembohongan dan fitnah (ujian) yang merupakan fitnah paling besar sepanjang bumi diciptakan. Tujuannya adalah "bertuhankan" diri, serta mencari "hamba" sebanyak-banyaknya untuk menemaninya di neraka akhirat yang kekal selamanya.

Sedangkan masa keberadaan dajjal di dunia ini adalah 40 hari lamanya. Di mana terdapat satu hari yang lamanya seperti satu tahun, dan terdapat satu hari yang lamanya seperti satu bulan, kemudian satu hari yang lamanya seperti satu minggu, dan hari-hari lain (37 hari) seperti hari-hari biasa biasanya (24 jam). Dengan demikian akan terjadi sebuah "keajaiban" pada masa itu kerana teori peredaran bumi yang berputar pada paksinya sekali setiap 24 jam tidak akan berlaku.

Perihal kewujudan dajjal selama 40 hari di bumi dengan disertai munculnya "kesesakan" tata-suria tersebut, semuanya telah dikhabarkan Rasulullah dalam hadith baginda yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahih-nya melalui riwayat Nawwas ibnu Sam'an.

Hadis yang cukup panjang tersebut secara sistem transmisi periwayatan (sanad) tidak terdapat "gangguan" teknikal alias clear, oleh karenanya hadis ini mendapat rating sebagai hadis sahih yang boleh dijadikan sebagai landasan hukum. Bahkan Imam Syafi'i sempat berkata, "Jika sebuah hadits mencapai derajat shahih, maka itulah madzhabku." Salah satu penggal dari hadis tersebut adalah:

…قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِى الأَرْضِ ؟ قَالَ « أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ 

Kita (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, berapa lamakah ia (Dajjal) berada di bumi?" Rasulullah menjawab, "Empat puluh hari, sehari seperti setahun, dan sehari seperti sebulan, lalu sehari seperti seminggu, kemudian yang lain seperti hari-hari kalian pada biasanya"


قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِى كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ ؟ قَالَ « لاَ اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ 

Kita (para sahabat) bertanya kembali, "Wahai Rasulullah, apakah pada hari yang lamanya seperti satu tahun itu cukup bagi kita mengerjakan solat -lima waktu- sekali saja?" Rasulullah kemudian menjawab, "Tidak, akan tetapi tentukanlah masa seperti biasanya (dan dirikanlah shalat sesuai ketentuan waktu tersebut)".

Jadi apa yang kita bicarakan mengenai keberadaan dajjal di bumi selama 40 hari tersebut bukanlah rekaan atau mitos belaka. Melainkan sebuah realiti yang akan terjadi kelak. Kerana hal tersebut telah dikhabarkan langsung oleh Rasulullah, dan segala yang beliau khabarkan adalah wahyu dari Yang Maha Mengetahui.

Para sahabat ketika Rasulullah mengkhabarkan tentang berita kedatangan dajjal ini mereka tidak pernah bertanya tentang bagaimana bumi tidak beredar selama satu tahun, atau bagaimana putaran bumi mengalami "slow motion" sedemikian rupa. Para sahabat dengan tahap keimanan mereka yang tinggi tidak pernah menemui kesulitan dalam "mencerna" setiap permasalahan ghaib yang diceritakan Rasulullah seperti ini.

Mereka tidak pernah mengingkari bahawa Rasulullah boleh melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis lalu ke Sidratul Muntaha dalam semalam saja ketika Isra'-Mi'raj. Mereka juga bukan seperti Bani Israil yang enggan menyembah Tuhannya Nabi Musa sebelum mereka melihat-Nya dengan mata kasar.

Oleh sebab itu, para sahabat tidak menanyakan tentang hal-hal remeh yang terlalu kecil untuk dapat terjadi atas kehendak Allah seperti "kesesakan" tata-suria pada masa dajjal itu. Yang mereka tanyakan justru tentang amalan ibadah yang mungkin akan terganggu jika bumi tidak bergerak secara normal sekian lamanya.

Mereka lalu bertanya kepada Rasulullah, "Adakah pada hari yang lamanya seperti satu tahun itu cukup bagi kita mengerjakan solat -lima waktu- sekali saja?" Rasulullah kemudian menjawab, "Tidak, akan tetapi tentukanlah masa seperti biasanya (dan dirikanlah shalat sesuai ketentuan waktu tersebut)".

"Kesesakan" putaran bumi pada masa dajjal tersebut tentu menimbulkan problem dalam prosesi ibadah, kerana kita tahu bahawa solat lima waktu mempunyai pergantungan kepada perputaran bumi dan peredarannya terhadap matahari, dimana solat Subuh wajib dilaksanakan ketika fajar, solat Zohor yang wajib didirikan ketika matahari tergelincir dari puncak menegak, solat Maghrib yang wajib dikerjakan ketika matahari tenggelam. Dan juga solat Jumaat yang wajib dilaksanakan sekali dalam seminggu.

Belum lagi dengan peribadatan lainnya seperti pada bila-bila bulan Zulhijjah datang sehingga orang dapat melaksanakan ibadah Haji, kapan orang wajib mengeluarkan Zakat yang telah mencapai nishab dan haul, pada bila-bila Idul Fitri, Idul Adha dan pelbagai ibadah lain yang susah untuk dilaksanakan pada masa kedatangan dajjal ini.

Lebih pelik lagi adalah; bagaimana cara kita berpuasa? Katakan saja dajjal datang pada bulan Ramadhan, dan kebetulan hari itu merupakan hari yang mempunyai tempoh selama satu tahun, itu artinya hari tersebut akan mengalami waktu siang selama enam bulan dan akan diselimuti malam selama enam bulan juga.

Tentu ini menimbulkan halangan serius dalam berpuasa, kerana puasa adalah menahan lapar-dahaga dan segala sesuatu yang boleh membatalkannya dari Subuh hingga Maghrib. Lalu apakah pada masa itu umat Islam diwajibkan berpuasa dan menahan makan-minum dari pagi hingga petang yang tenggang waktunya adalah enam bulan? Jangankan menahan makan-minum selama enam bulan, untuk menahan selama 14 jam sahaja masih banyak yang tidak kuat. Apa lah puasa selama setengah tahun, untuk puasa sehari saja masih banyak yang bolong-bolong.

Mujurlah para sahabat dahulu telah mempersoalkan hal tersebut, sehingga Rasulullah dapat memberikan penyelesaian dan jawapan Rasulullah inilah yang dijadikan landasan syariat tentang bagaimana tata-cara umat Islam melaksanakan Shalat, Zakat, Puasa dan Haji pada masa "kesesakan" tata-solar tersebut terjadi di masa dajjal nanti.

Banyak ulama yang telah menjelaskan hadis di atas dan menerangkan tata-cara ibadah jika perjalanan masa "tersekat" sedemikian rupa. Salah satunya adalah apa yang diterangkan Ibnu Taymiyah dalam Majmu 'Fatawa-nya (kompilasi fatwa Ibnu Taymiyah) bahawa, "(Ibadah pada masa itu) tidak lagi menggunakan penanda aras masa yang berdasar akan terbitnya matahari maupun tenggelamnya ..." Kerana pada masa itu peredaran matahari tidaklah normal sebagaimana hari-hari biasanya.

Fatwa Ibnu Taymiyah ini kemudian diperjelas oleh syaikh Abdullah ibn Baz dalam fatwanya yang menegaskan bahawa; "Satu hari yang mempunyai masa satu tahun tersebut tidak dikira sebagai satu hari, dengan demikian tidak cukup mengerjakan solat lima waktu sekali saja dalam tenggang waktu tersebut. Akan tetapi wajib mengerjakan solat lima waktu setiap 24 jam sekali dengan cara membahagikan hari tersebut sesuai penanda aras jam yang digunakan pada negara masing-masing yang berlaku pada hari-hari biasa ... "

Kemudian syaikh Ibn Baz meneruskan "... demikan halnya wajib -bagi para muslimin- untuk mengerjakan puasa Ramadhan dan menentukan kapan permulaan Ramadhan dan pada bila-bila berakhirnya, serta pada bila-bila permulaan fajar dan pada bila-bila berakhirnya ..." Maka dapat dikiaskan juga atas hadis ini tentang ibadah lain seperti Zakat dan Haji.

Sehingga wajib mengeluarkan zakat maal ketika sudah mencapai nishab (standard minimum) dan telah berlalu selama haul (setahun). Sama halnya dengan ibadah Haji yang harus ditentukan pada bila-bila bulan Zulhijjah yang dengan itu dapat diketahui pula kapan hari Tarwiyah, hari Arafah, Idul Adha dan hari-hari Tasyriq tiba.

Dari sini dapat kita bayangkan, betapa sukarnya cabaran yang akan dihadapi umat Islam pada era dajjal kala itu. Oleh karenanya, saat itu harus ada integrasi antara pemimpin umat dan para ulama untuk dapat membahagikan masa menjadi "pecahan" 24 jam. Mereka juga dituntut untuk menerbitkan hal tersebut kepada segenap umat Islam di seluruh pelosok dunia.

Dengan kata lain, mereka lazim mencipta sebuah sistem "Daftar Kecemasan" bersifat duniawi yang khusus digunakan pada masa "kesesakan" tata-solar ini terjadi. Tanpa itu, umat Islam akan kebingungan mengenali kapan datangnya Zuhur dan Maghrib, kerana Dzuhur yang biasanya ditandai dengan waktu siang dan Maghrib yang ditandai oleh terbenamnya matahari, kala itu kedua-duanya akan dilaksanakan pada waktu siang hari atau malam hari tanpa ada pembeza.

Dengan demikian, hadis di atas merupakan rujukan utama untuk umat Islam dalam melaksanakan ritual ibadah di akhir zaman kelak. Pun demikian, untuk mengamalkan hadis sahih ini tidak pula harus menunggu hingga datangnya Dajjal nanti, kerana hadis tersebut dapat diterapkan juga pada zaman sekarang oleh para penduduk bumi bahagian utara maupun selatan yang kadang-kadang matahari tidak muncul sehingga beberapa bulan lamanya.

Seperti penduduk Eskimo misalnya, jika terdapat penduduk muslim di sana yang menemui kesulitan dalam beribadah hingga tidak mengetahui kapan bulan Ramadhan tiba, lalu fajar terbit dan terbenam secara tidak normal, maka mereka boleh menggunakan penanda aras masa 24 jam ini atau menggunakan masa yang berlaku di negara berdekatan daripada wilayah mereka.

Beginilah hebatnya sebuah mukjizat Rasul. Dapat menjelaskan mengenai perkara yang "kira-kira" akan diperlukan oleh umat Islam di masa mendatang, mampu menerangkan secara exact tentang perkara ghaib yang belum terjadi. Karena seluruh berita yang dikhabarkan Rasulullah tentang masa depan bukanlah berdasarkan prophecies (ramalan) yang bersifat ramalan-spekulatif. Sehingga tahap ketepatan mencapai titik seratus peratus dan pasti akan berlaku.

Berbeza halnya dengan para jin yang "mencuri maklumat" dari khabar lagit lalu menbocorkannya kepada tukang sihir dan para dukun sehingga menjadikan ramalan mereka sering kali tidak benar. Toh walaupun benar, itu hanyalah kebetulan sahaja.

Allah telah menegaskan bahawa bangsa Jin tidaklah mengetahui tentang perkara ghaib sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an, "Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. " (QS. Saba '[34]: 14).

Namun kini terkadang manusia bukan hanya percaya kepada jin maupun dukun saja. Melainkan percaya juga kepada Paul si sotong yang jelas-jelas makhluk tak berakal itu. Sungguh ini merupakan keruntuhan iman yang telah menghujam jauh ke titik nadir. Bagaimana mungkin seorang manusia sempurna yang diberi sebab musabab yang sihat meyakini terjadinya masa depan dari seekor "cumi-cumi?".

Lantas apa bezanya antara menyembah seekor lembu dengan mempercayai berita masa depan dari seekor sotong? Keduanya sama-sama mempunyai unsur "menggantungkan diri" terhadap makhluk tak berakal yang terlalu sukar untuk diterima akal.

Jika ini tetap dipertahankan, bagaimana mungkin kita dapat menghadapi fitnah dajjal yang -dengan istidraj- dapat "menghidupkan" dan "mematikan"? Bagaimana kita dapat memungkiri "ketuhanan" dajjal yang palsu itu? Bagaimana kita boleh mengelak daripada tawaran dajjal yang mampu memberikan syurga dunia, sedangkan tawaran sekardus mie instant dari seorang mubaligh saja kita terima walaupun harus menjual akidah?

Bagaimana mungkin kita akan menolak tipu-muslihat si "mata satu" itu jika tawaran sen dolar dari kaum orientalis saja kita santap walaupun perlu menukar agama dengan nilai-nilai liberal?

Layaknya kita perlu "meniru" para sahabat Nabi yang tidak terlalu care dengan permasalahan remeh yang kurang berbobot. Mereka hanya peduli tentang bagaimana cara meningkatkan ibadah, bagaimana memaksimumkan puasa dan mengoptimumkan bulan Ramadhan. Mereka tahu bahawa agama itu bukan hanya dilandaskan kepercayaan saja, melainkan amal perbuatan nyata yang juga dilakonkan oleh segenap raga. Wallahu a'lam.

sumber eramuslim.com


Tuesday, June 14, 2016

Negeri Yang Menipu


Seorang lelaki yang sedang sakit keras bertanya kepada doktornya. "Doktor, tolong katakan, berapa lama lagi saya akan bertahan hidup?" Sang Doktor merasa iba kepada lelaki itu, kerana ia tahu penyakit pesakitnya sukar diubati, dengan hati penuh iba ia bertanya, "Pak ... kenapa Bapak bertanya seperti itu? Mmm ... Bapak mau bertaubat kepada Allah? "Dengan cepat dijawab oleh lelaki tersebut," Bukan Dok, saya bukan mahu bertaubat, tapi saya mau makan semua makanan yang selama ini dilarang oleh Doktor! "

Cerita dia atas benar-benar berlaku. Menjadi cermin buat kita, betapa manusia sangat mementingkan nafsu dunia. Hidup hanya untuk menikmati dunia sepuas-puasnya, dan seolah-olah selepas mati tidak ada lagi kehidupan. Begitu cintanya manusia kepada dunia, bahkan ketika ajal sudah dekat, siksa pedih kubur, dan Hisab Allah tengah menanti, ternyata yang ada di fikirannya hanya nafsu dunia. Naudzubillahi minzaliik ...

Mengapa kita cinta dunia? Kerana dunia begitu mempesona ... Kita terbius dengan kenikmatan dunia. Rumah megah, kereta mewah, emas perak, makanan lazat, pangkat, jabatan, kekuasaan, kecantikan dan kemolekan wanita ...

Meraih dunia dan segala perhiasannya menjadi tujuan hidup kita. Kita sibuk dengan urusan dunia, terbuai dengan nikmatnya dunia, sehingga lupa dengan urusan yang lebih penting, iaitu urusan akhirat ... kita lupakan alam akhirat, kita lupa betapa indahnya taman Syurga, kita tak peduli lagi dengan panasnya api neraka yang akan membakar kita.

Kerana cintanyakepada harta (baca: wang) manusia menjadi lupa diri, lupa ibu bapa, lupa saudara, bahkan lupa kepada Allah, Dzat yang telah menciptakannya! Wang telah menjadi "Tuhan" kita, lihatlah betapa paniknya kita ketika kita tidak punya wang. Tapi kita tidak panik ketika Allah memanggil kita melalui azan, untuk rukuk dan bersujud kepada-Nya. Kita malah tetap asik di meja kerja, asik di pusat membeli-belah, asik menonton televisyen, atau mungkin asik berbuat maksiat! "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur" (QS. At-Takatsur: 1-2)

Dunia ini sifatnya fana, hanya sementara. Dunia adalah negeri yang memperdaya, negeri yang menipu. "... Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Ali-Imran: 185). Setelah mati kita akan dibangkitkan dari kubur, kemudian hidup kekal dan abadi di negeri akhirat. Itulah hidup yang sesungguhnya. Ya, kematianlah yang akan memisahkan kita dengan dunia yang sangat kita cintai ini.

Kematian, satu-satunya yang pasti di dunia ini. Seboleh mungkin kita berusaha mengelak dari maut, tapi ketahuilah maut pasti mendatangi kita. Suka atau tidak suka kita pasti mati. Kita semua adalah calon mayat, sedang menunggu dalam dijemput oleh sang malaikat maut, setiap saat malaikat Izrail mengintai kita! "Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati ..." (QS. Ali-Imran: 185)

Lalu apa yang sudah kita persiapkan untuk mengadapi kematian? Jawapan apa yang akan kita berikan kepada Allah semasa kita dihisab nanti? Apabila mulut ini terkunci, dibungkam, tak boleh bersuara ... dan hanya tangan dan kaki kita yang berkata, memberikan kesaksian sebenar-benarnya kepada Allah, tentang apa yang telah tangan kita perbuat selama hidup di dunia, dan kemana sahaja kaki ini melangkah ...

Hidup di dunia adalah satu-satunya peluang emas kita untuk mengumpulkan bekal hidup di negeri akhirat. Sungguh tak berguna harta bendayang kita bertindan di dunia, sungguh tak berguna kecantikan dan ketampanan. Kita mati tidak membawa secebis harta apapun, dan tak ada yang mau bersanding dengan kita ...

Di dalam liang yang sempit, gelap, senyap, lembab, penuh cacing serta binatang melata, kita sendirian ... hanya ditemani oleh selembar kain kafan dan sebilah papan, itupun tak berguna untuk kita. Hanya amal soleh yang menolong kita! ... "Wahai, kiranya kematian itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku. "(QS. Al-Haqqah: 27-29)

Merenungi kematian, bukan bermakna kita pasif dan pasrah menanti dijemput sang maut, tapi kita bergerak aktif mengisi kehidupan di dunia, mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menuju negeri akhirat yang abadi. Mulai sekarang, saat ini, mari kita gunakan masa kita, umur singkat kita untuk berbuat kebaikan, beramal soleh, bertakwa kepada Allah ... Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah kematian sebagai penasihat."

Innalilahi wa innaa ilaihi rajiuun ... Sungguh kita hanya milik Allah, dan akan kembali kepada-Nya.

Wallahu 'alam bishshawaab.

sumber eramuslim.com

Monday, June 13, 2016

Waktu Siang Hari Hanya 3.5 Jam!

wekan

TINGGAL di sebuah wilayah yang mempunyai waktu siang lebih singkat mungkin menjadi dambaan orang yang tengah berpuasa. Namun, hal ini bukan sesuatu yang mustahil, sebab ada sebuah kampung terpencil di Oman yang mengalami hal ini.

Wekan terletak hampir 2,000 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu wilayah yang mempunyai siang hari terpendek di dunia, walaupun tidak lebih daripada 3.5 jam!

Akhabar Oman dan negara-negara Teluk lain melaporkan bahawa matahari terbit di desa Wekan sekira pukul 11.00 dan terbenam sekira pukul 14:30.

Malangnya akses menuju ke Wekan cukup sukar, hanya boleh diakses oleh keldai, kuda dan kereta kecil. Desa Wekan terletak di wilayah Utara Al-Batinah, kira-kira 150 km dari ibukota Muscat.

Harian Saudi melaporkan meskipun Wekan menjadi wilayah dengan waktu berpuasa terpendek di dunia, namun belum jelas sama ada masyarakat desa Wekan mengikuti waktu berpuasa seperti di wilayah Oman lain atau tidak.

Sunday, June 12, 2016

Negara-Negara yang Melarang Rakyatnya Puasa pada Ramadan

Ternyata banyak kerajaan yang secara kejam melarang rakyatnya untuk menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Antara lain kerajaan China, India, Inggeris, Myanmar dan beberapa negara lain-lain.

Akibatnya, umat Islam dalam negara tersebut menderita. Selain itu kumpulan ekstrim keagamaan memaksa umat Islam makan dengan cara tergesa-gesa roti kepada orang yang lagi berpuasa.

Kerajaan China melarang warga muslim Uighur di Xinjiang berpuasa. Para ahli parti, pegawai negeri, pelajar, mahasiswa, serta para guru, mendapat tekanan keras agar mereka tidak berpuasa pada bulan Ramadan.

'' China meningkatkan pengawasan dan larangan serta mendekati Ramadan. Keyakinan penduduk Uighur dipolitisasi, '' ujar jurucakap kumpulan Kongres Uighur Dunia (WUC) Dilxat Raxit.

Setiap Ramadan datang, kerajaan China memang mengetatkan peraturan puasa di wilayah Xinjiang. Namun, tahun ini peraturan itu jauh lebih ketat. '' Mereka meminta jaminan dari para orang tua yang menjanjikan bahawa anak-anak mereka tidak akan berpuasa sepanjang Ramadan, '' ujarnya ketika diwawancara Radio Free Asia.

Berdasar laman web milik kerajaan, petugas keamanan pangan China meminta restoran-restoran yang menyajikan makanan halal di Jinghe County untuk tetap buka sepanjang siang selama bulan puasa. Restoran yang menuruti perintah akan menerima ganjaran. Mereka tidak bakal diperiksa terlalu kerap oleh petugas keamanan pangan.

Media milik kerajaan juga melaporkan, para pegawai muslim di Maralbexi County diminta untuk mengucapkan secara lisan maupun tertulis. Yakni, mereka tidak mempunyai keyakinan agama, tidak akan menghadiri kegiatan yang bernuansa religi, dan tidak berpuasa selama Ramadan. Kedai-kedai dan restoran milik penduduk muslim juga diharuskan menjual rokok dan alkohol. Jika mereka menolak, tempat usahanya akan ditutup.

Di Inggeris juga sama. Beberapa sekolah dasar di Ibu Kota London, Inggeris, melarang pelajar-siswi beragama Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Pengelola sekolah beralasan kesihatan anak-anak muslim itu menurun sepanjang bulan puasa. Demi kelancaran aktiviti mereka, para guru menuntut agar orang tua tidak mewajibkan peserta didik menahan lapar dan haus. Beberapa SD yang sudah menghantar surat notis larangan berpuasa itu misalnya Barclay Primary di London Timur, Sybourn Primary, Thomas Gamuel Primary, serta Brook House Primary.

Surat khabar Telegraph melaporkan, Minggu (14/6), dasar ini sontak mencetuskan kontroversi di kalangan komuniti Islam Inggeris. Umat ​​muslim mendesak kerajaan ikut campur untuk mengingatkan pengelola sekolah, bahawa puasa belum wajib bagi anak-anak. Sekalipun mereka berpuasa, orang tua yakin kegiatan mereka tidak akan terganggu.

"Surat larangan berpuasa itu jelas tindakan berlebihan. Kebimbangan pengelola SD terhadap kesihatan peserta didik seharusnya boleh dibicarakan baik-baik dengan orang tua mereka," kata jurucakap Masyarakat Muslim Inggeris (ISB) Ajmal Masroor.

Lebih dari itu, surat larangan berpuasa yang disebarkan beberapa sekolah bersamaan mencipta kesan umat muslim memaksa anak belum dewasa berpuasa sehari penuh.

"Padahal bagi anak-anak, apalagi usia sekolah dasar, ibadah puasa itu belum wajib," tandas Masroor.


Dalam surat edaran SD Barclay yang didapatkan surat khabar the Daily Mail, disebutkan bahawa banyak peserta didik beragama Islam, jatuh sakit atau pengsan selama Ramadhan. Sekolah ini lalu mencadangkan kanak-kanak yang terlanjur puasa agar tidak usah sekolah. "Jika kamu ingin berpuasa, lakukan di akhir pekan masa sekolah cuti," tulis edaran SD Barclay.

Kerajaan India juga melarang keras umat Islam berpuasa. Di negara dengan majoriti penduduk beragama Hindu, seorang pekerja muslim di sebuah kantin tahun lalu sempat dipaksa makan oleh ahli parlimen saat di bulan Ramadan.

Seorang ahli parlimen dari parti berhaluan kanan Shiv Sena dilaporkan mengamuk di sebuah kantin pejabat kerajaan di New Delhi lantaran tidak tersedia makanan.

Dalam sebuah rakaman video atas kejadian itu terlihat ahli parlimen itu cuba mengasak roti ke mulut seorang pekerja muslim di kantin, seperti dilansir BBC, Julai tahun lalu.

Parti pembangkang lain kemudian membantah tindakan anggota parti Shiv Sena itu dan meminta dia menyampaikan maaf.

Video kejadian sempat beredar di beberapa stesen televisyen.

"Saya baru tahu pekerja itu seorang muslim selepas melihat rakaman di TV dan saya menyesal," kata ahli parlimen bernama Rajan Baburao Vichare itu kepada Press Trust of India. Dia berdalih dengan mengatakan hanya ingin memprotes kualiti makanan di kantin itu.

Yang juga keras melarang warganya berpuasa adalah kerajaan Myanmar. Warga muslim dari etnik Rohingya di Negeri Rakhine, Myanmar, semakin menderita jika bulan suci Ramdan tiba.

Pasalnya, pasukan keselamatan Myanmar melarang mereka beribadah di semua masjid yang ada di Rakhnine. Larangan itu, misalnya, terjadi ketika umat Islam Rohingya akan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan pada 2012.

Sejumlah warga yang menjadi saksi berkata larangan itu berlaku di 500 masjid di Rakhine. Konflik sektarian di wilayah itu memang cukup tinggi.

"Pada awal Ramadan, pasukan Nasaka (polis Myanmar) menyekat enam masjid di wilayah kami dan mengancam akan menangkap atau menembak kami jika kami berani beribadah di sana," kata Kalimullah, warga Rohingya di Rakhine berusia 60 tahun kepada South China Morning.

"Kami berharap mereka mau membuka masjid bagi Hari Raya Aidil Fitri," ujar Kalimullah ketika itu.

Saturday, June 11, 2016

Siapakah Nabi Pertama Yang Melakukan Ibadah Puasa?

Kurma

Puasa tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim yang menjadi pengikut Nabi Muhammad ﷺ, melainkan telah dilakukan oleh para nabi-nabi dan rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad ﷺ seperti puasanya Nabi Daud Alaihi Salam.

Lalu tahukah kita siapa nabi pertama yang menjalankan ibadah puasa? Jawapannya adalah Nabi Adam Alaihi Salam.

Puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam Alaihi Salam adalah bentuk kesyukuran dari taubat yang diterima Allah Subhanahu Wata'ala selepas melanggar perintah dan di usir dari syurga bersama Hawa akibat memakan buah khuldi.

Nabi Adam Alaihi Salam berpuasa selama 3 hari setiap bulan iaitu pada tarikh 13,14 dan 15 pertengahan bulan Hijriyah atau yang lebih dikenal saat ini sebagai puasa yaumul bidh.

Saturday, June 4, 2016

BAGI YANG TELAH MENCAPAI USIA 40 TAHUN, BACALAH DOA INI


Allah Ta'ala berfirman,


حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَال 

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ


"Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai;
Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri "."
(QS. Al-Ahqaf: 15)

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata: "Dalam hal ini ada dalil bahawa hendaklah seseorang yang telah mencapai usia 40 tahun memperbanyak membaca doa-doa tersebut"

sumber http://www.sahabatcyber.org/



Friday, June 3, 2016

kehebatan Penghuni Syurga


Dari Abu Hurairah r.a:

"Rasulullah SAW bersabda:"Golongan yang pertama sekali masuk syurga wajahnya adalah seperti bulan purnama. Dan orang yang masuk sesudah itu seperti bintang yang sangat terang cahayanya. Hati mereka sebagai hati satu orang (bersatu) tidak pernah berselisih dan benci-membenci antara sesama mereka. Tiap-tiap seorang di antara mereka mempunyai dua orang isteri. Masing-masing di antara kedua isteri itu tampak sumsum betisnya dari belakang dagingnya kerana sangat indahnya." (Bukhari)

Huraian :

Kita sekarang dihidupkan oleh Allah S.W.T di muka bumi dan selepas itu kita akan dikembalikan ke salah satu daripada dua negeri yang kekal abadi iaitu syurga atau neraka. Allah S.W.T sudah menyatakan di dalam Al-Quran, tentang betapa nikmatnya kehidupan dan pengalaman manis di syurga. Begitu juga dijelaskan betapa azabnya kehidupan dan pengalaman ngeri di neraka.

Sebagai makhluk yang diberikan kesempurnaan akal fikiran, manusia boleh berfikir kesan dan risiko yang bakal diterima akibat dari sesuatu tindakannya kerana setiap sesuatu itu ada sebab-musababnya. Allah S.W.T masukkan seseorang ke syurga kerana dalam hidupnya di dunia ini, dia memilih jalan ke syurga. Begitu juga Allah S.W.T masukkan seseorang itu ke neraka kerana dalam hidupnya dia sengaja memilih jalan ke neraka. Maka terpulang kepada kita hendak mengikuti jejak ke syurga atau jejak ke neraka.

sumber http://www.utaranews.com/






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
p/s: Jika ada diantara blogger yang ingin bertukar pautan link dengan detikislam.blogspot.com, boleh lah pm di facebook admin.

Juga kepada blogger-blogger yang telah membuat pautan link detikislam di blog masing-masing tetapi admin masih tidak meletakkan pautan link blog saudara saudari, minta pm juga di facebook admin. Sekian, Terima Kasih

Blog's stats Jumaat 30.12.2011 bersamaan 4 Safar 1433

Back To Top
Profile Picture
©1433 Hakcipta Tak Terpelihara
Anda digalakkan untuk mengambil apa-apa bahan di dalam laman ini untuk tujuan penyebaran, tanpa perlu memberitahu kepada pihak kami. Anda digalakkan untuk memaparkan sumber asal bahan tersebut.
E-mel :@gmail.comatau Facebook :www.facebook.com/blogdetikislam