Sunday, July 10, 2016

Hancurkan Masjid Nabawi Tidak Mungkin, Sebab…


KETIKA kita melakukan haji atau pun umrah, maka kita akan menjejakkan kaki di salah satu masjid di Madinah yang begitu istimewa. Ya, Masjid Nabawi merupakan masjid kedua setelah Masjid Quba yang dibina oleh Rasulullah ﷺ ketika hijrah ke Madinah. Di masjid ini juga terdapat makam Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.

Kini, kita mendengar kabar yang menyedihkan. Di mana orang yang mengakhiri hidupnya secara tragis, membuat keresahan di Madinah, tepatnya berdekatan dengan Masjid Nabawi. Sebab, di sanalah ia melakukan aksi bom bunuh diri, yang merugikan banyak orang. Mungkin, orang tersebut berniat menghancurkan Masjid Nabawi wallahu 'alam-. Tapi, siapa pun dia tidak akan pernah ada yang bisa menghancurkan tempat tersebut, kecuali dengan izin Allah SWT. Mengapa?

Masjid Nabawi mempunyai keutamaan tertentu yang tidak dimiliki oleh masjid-masjid lain. Hanya masjid pilihan yang mendapatkan keutamaan ini. Apa keutamaan masjid ini?

Masjid Nabawi adalah salah satu daripada tiga masjid yang disebutkan Al-Quran. Sebab, Allah SWT berfirman, "Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya," (QS. Al-Isra ': 1).

Disebutkan Masjid al-Aqsa adalah isyarat nyata kepada Masjid Nabawi, kerana aqsha adalah isim tafdzil (kata benda untuk melebihkan) dari kata qashi (jauh). Jadi, bagi orang yang berada di Makkah Al-Mukarramah, maka masjid yang jauh darinya adalah Masjid Nabawi, sedang Masjid al-Aqsa itu sendiri adalah Baitul Maqdis. Allah SWT menyebutkan Masjid Nabawi dengan isyarat kedua-dua masjid tersebut, kerana Masjid Nabawi belum ada ketika ayat-ayat Quran diturunkan.

Mengenai keutamaan Masjid Nabawi, Rasulullah ﷺ bersabda, "Solat di masjidku ini lebih utama daripada seribu sembahyang di masjid lain kecuali Masjidil Haram dan sembahyang di Masjidil Haram itu lebih utama daripada seratus ribu sembahyang di masjid lain," (Diriwayatkan Muslim).

Rasulullah ﷺ menjadikan Masjid Nabawi sebagai masjid kedua di mana perjalanan tidak diperintahkan dengan sangat kecuali kepadanya. Rasulullah ﷺ bersabda, "Perjalanan itu tidak diperintahkan dengan sangat kecuali ke tiga masjid, Masjid Haram, Masjidku ini dan Masjid al-Aqsa."

Rasulullah ﷺ memberi keistimewaan khusus kepada Masjid Nabawi yang tidak dimiliki masjid-masjid lainnya, yaitu Raudhah (taman) mulia yang disabdakan Rasulullah ﷺ dalam hadisnya, "Di antara rumahku dengan mimbarku terdapat salah satu Raudhah (taman) di taman-taman syurga," ( Muttafaq alaih).

Diriwayatkan bahawa Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa shalat empat puluh solat di masjidku ini dan tidak ada satu shalat pun yang terlepas darinya, ia ditulis bebas dari neraka, bebas dari siksa dan bebas dari kepura-puraan," (diriwayatkan Ahmad, Ath-Thabrani dan At- Tirmidzi. Namun, hadis ini di-dhaif-kan Syaikh Al-Albani dalam kitabnya, Al-Ahadis adh-Dhaifah wal Maudhu'ah hadis no. 364).

Oleh kerana itu, melawat Masjid Nabawi untuk solat di dalamnya adalah ibadah dan seorang Muslim boleh menjadikan sebagai tawassulnya kepada Tuhan, sehingga Allah SWT memenuhi keperluannya dan memberikan keridhaan kepadanya. []

Rujukan: Ensiklopedia Muslim Minhajul Muslim / Karya: Abu Bakr Jabir Al-Jazairi / Penerbit: Darul Falah

sumber islampos.com

0 Responses to “Hancurkan Masjid Nabawi Tidak Mungkin, Sebab…”




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
p/s: Jika ada diantara blogger yang ingin bertukar pautan link dengan detikislam.blogspot.com, boleh lah pm di facebook admin.

Juga kepada blogger-blogger yang telah membuat pautan link detikislam di blog masing-masing tetapi admin masih tidak meletakkan pautan link blog saudara saudari, minta pm juga di facebook admin. Sekian, Terima Kasih

Blog's stats Jumaat 30.12.2011 bersamaan 4 Safar 1433

Back To Top
Profile Picture
©1433 Hakcipta Tak Terpelihara
Anda digalakkan untuk mengambil apa-apa bahan di dalam laman ini untuk tujuan penyebaran, tanpa perlu memberitahu kepada pihak kami. Anda digalakkan untuk memaparkan sumber asal bahan tersebut.
E-mel :@gmail.comatau Facebook :www.facebook.com/blogdetikislam