Wednesday, July 12, 2017

50 Tahun Solat Subuh Dengan Wudhu Solat Isyak

MEMANG dia tidak begitu terkenal di kalangan khalayak umum, akan tetapi kerana kepakaran ilmunya dia terkenal di kalangan intelektual dan para cendekia.

Nama Lengkapnya

Nama beliau adalah Said bin Al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahab bin Amru bin A'id bin Imran bin Makhzum Al-Qurasy Al-Mahzumi Al-Madani, panggilannya adalah abu muhammad al-madani beliau adalah salah satu pembesar para tabi'in.

Lahir dan wafatnya

Said bin Al-Musayyib dilahirkan dua tahun setelah berlalunya khilafah Umar bin Khattab. Sedangkan wafatnya, dari Abdul Hakim bin Abdullah bin Abi Farwah, dia berkata, "Said bin Al-Musayyib meninggal dunia di Madinah pada tahun 94 Hijriah pada masa pemerintahan khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. Pada saat meninggal dunia, dia berumur 75 tahun. Tahun dimasa said meninggal dunia disebut sebagai sanah al-fuqaha '(tahun bagi ulama' fiqh) kerana pada masa itu banyak ahli fikih yang meninggal dunia. "


ilmu Pengetahuannya

Said bin Musayyib adalah tokoh yang terkemuka di Madinah pada masanya dan yang sangat dihormati dalam bidang fatwa. Ada yang mengatakan bahawa dia adalah imam para ulama 'fiqh.

Abu Talib berkata, "Aku penah bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal," Siapakah said bin Al-Musayyib? "Dia menjawab," Siapa yang menandingi said bin Al-Musayyib? Dia adalah orang yang boleh dipercayai dan termasuk orang yang soleh.

Aku bertanya lagi, "Apakah riwayat Said dari Umar bin Khattab boleh dijadikan hujjah? "Dia menjawab," Dia adalah hujjah bagi kita, dia pernah melihat Umar bin Al-Khattab dan banyak mendengar hadis darinya. Kalaulah riwayat Said dari Umar tidak diterima, siapa lagi yang boleh diterima? "

Dari malik dia berkata, "sesungguhnya Al-Qosim bin Muhammad pernah ditanya seseorang mengenai suatu permasalahan, lalu dia berkata," Adakah anda telah bertanya pada orang selainku? "Orang itu menjawab," Ya, sudah, aku bertanya kepada Urwah dan Said bin Al-Musayyib, "Lalu dia berkata," Ikutilah pendapat Said bin Al-Musayyib kerana dialah guru dan pembesar kami. "

Dari Abu Ali bin Al-Husain, dia berkata, "Said bin Al-Musayyib adalah orang yang paling luas wawasan ilmunya tentang hadis-hadis dan perkataan para sahabat di samping itu dia juga orang yang paling mumpuni pendapatnya."

Ibadahnya

Dari Utsman bin Hukaim, dia berkata, "Aku pernah mendengar Said bin Musayyib berkata," Selama 30 tahun, setiap kali para muadzin mengumandangkan azan, pasti aku sudah berada di dalam masjid.

Dari Abdul Mu'in bin Idris dari ayahnya, ia berkata, "Selama 50 tahun Said bin Musayyib melaksanakan solat subuh dengan wudhu 'solat isya'. Said bin Al-Musayyib berkata, "Aku tidak pernah ketinggalan takbir pertama dalam solat selama lima tahun (solat diawal waktu). Aku juga tidak pernah melihat punggung para jama'ah, kerana aku selalu berada di barisan terdepan selama lima tahun itu.

Ia menunaikan haji kira-kira 40 tahun ia tidak pernah terlambat dari takbir pertama di masjid Rasul. Tak pernah diketahui darinya bahawa ia melihat tengkuk seseorang dalam solat sejak itu selama-lamanya, kerana ia sentiasa berada di saf pertama. Ia dalam kelapangan rizki, sehingga boleh berkahwin dengan wanita Quraisy mana-mana yang ia kehendaki. Namun, ia lebih memilih putri Abu Hurairah, kerana kedudukannya di sisi Rasulullah, keluasan riwayatnya dan keinginannya begitu besar dalam mengambil hadis.

Sanjungan ulama 'mengenai beliau

Said bin Al-Musayyib adalah ulama 'yang sudah terkenal dengan kefaqihannya, maka banyak komen-komen para ulama' menganai beliau diantaranya:

Adalah Sa'id bin Musayyib termasuk salah satu Al-Fuqahaa'u Sab'ah di Madinah (sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Qoyyim), mereka itu adalah:

Sa'id bin Al-Musayyab,
'Urwah bin Az-Zubair,
Al-Qasim bin Muhammad,
Kharijah bin Zaid,
Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al-Harits bin Hasyim,
Sulaiman bin Yasaar,
'Ubaidllah bin Abdullash bin' Utbah bin Mas'ud [1]

Qatadah berkata: Saya tidak mencari seseorang yang lebih pandai dalam masalah halal dan haram dari Sa'id bin Musayyib.

Sulaiman bin Musa berkata: Said bin Musayyib adalah salah satu tabi'in yang terfaqih.

Ali bin Al-Madani berkata: "Aku tidak mendapati para tabi'in yang lebih luas wawasannya dari Said bin Al-Musayyib. Saya rasa, dia adalah tabi'in yang paling terhormat dan mulia.

Berkata Utsman Al-Harits: Saya mendengan Ahmad bin hanbal berkata: seutama-utama tabi; in adalah Said bin Al-Musayyib, kemudian salah seseorang berkata bagaimana dengan Alqomah dan aswad? Kemudian dijawab: Said bin Al-Musayyib dan Alqomah dan Aswad.

Berkata Abi ibnu al-madini: "Saya tidak mengetahui diantara para tabi'in yang lebih luas ilmunya daripada Said bin Al-Musayyib."

Ahmad bin Abdullah al-'ajali berkata: "Said bin Al-Musayyib adalah seorang yang soleh, ahli fiqh dan tidak mahu mengambil begitu saja suatu pemberian (hadiah). Dia pernah mempunyai barang perniagaan bernilai 400 dinar, dengan jumlah itu ia berdagang minyak. Dia adalah seorang yang buta sebelah matanya. [2]

Kewibawaan dan perjuangannya membela kebenaran

Dari Imran bin Abdullah, dia berkata, "Said mempunyai hak atas harta yang ada di baitul mal sebanyak tiga puluhan ribu. Dia diundang untuk mengambilnya, akan tetapi dia menolaknya. Dia berkata, "Aku tidak memerlukannya, hingga Allah berkenan memberikan keputusan yang adil antara aku dan Bani Marwan.

Dari Ali bin Zaid berkata, "Seseorang pernah berkata kepada said bin al-Musayyib, 'Apa pendapat anda tentang Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi yang tidak pernah mengutus seseorang kepada anda dan tidak pula menyakiti anda?'. Said menjawab, 'Demi Allah, hanya saja dia pernah masuk masjid dengan ayahnya, kemudian melakukan solat yang tidak sempurna ruku' dan sujudnya. Lalu, aku segera mengambil segenggam kerikil dan aku lemparkan kepadanya dan Al-Hajjaj pun berkata, 'Aku merasa telah melakukan solat dengan baik'. "

Ibnu saat dalam kitab ath-Thabaqot dari Malik bin Anas mengtakan, "Pada masa Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai khalifah, dia tidak pernah memutuskan suatu perkara kecuali setelah meminta pendapat dan bermesyuarat dengan Said bin Al-Musayyib.

Pada suatu ketika, khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah mengutus pengawalnya untuk menanyakan suatu permasalahan. Kemudian, penglawal tersebut mengundang beliau dan mengjaknya datang ke istana, setelah said datang, umar bin abdul aziz buru-buru berkata. "Utusanku telah melakukan kesalahan, aku hanya ingin menanyakan kepadamu tentang suatu permasalahan di majelismu."

Dari Salamah bin Miskin, dia berkata, "Imran bin Abdullah telah memberitahu kepada kami, dia berkata," Aku melihat Said bin Al-Musayyib adalah seorang yang lebih ringan untuk berjuang di jalan Allah daripada seekor lalat. "

Guru-gurunya

Ubai bin Ka'ab, Anas bin Malik, Barra 'bin' Azib, Bashrah bin Aktsam Al-Anshori, Bilal budaknya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jabir bin Abdillah, Jubair bin Muth'im, Hasan bin Thabit, Hakim bin Hazam, Zaid bin Thabit, Zaid bin Khalid Al-Juhni, sarakah bin Malik Binji'syim, Saat bin Ubadah, Saat bin Abi Waqqas, Shofwan bin Umayah, Suhaib bin Sinan, Dhohhak bin Sufyan, Amir bin Abi Umayah, Amir bin Saad bin Abi Waqqos, Abdullah bin Zaid bin Ashim Al-Mazini, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar bin Khattab, Abdullah bin Amru bin 'Ash, Abdurrahman bin Utsman At-Taimi, Utab bin Usaid, Utsman bin Abi Ash, Uthman bin Affan, Ali bin Abi Talib , Umar bin Khattab, Musayyib bin Hazn (Bapanya), Muawiyyah bin Abi Sufyan, Makmar bin Abdullah bin Nadhlah, Nafi ', ​​Abu Bakar As-Siddiq, Abi Tsa'labah Al-Husni, Abu Darda', Abu Dzar Al-Gifari, Abu Said Al-Hudri, Abu Qatadah Al-Anshori, Abi Musa Al-Asy'ari, Abi Hurairah,

Di samping itu juga beliau berguru kepada isteri nabi. Seperti Aisyah, dan Ummu Salamah, dan lain-lain.

Murid-muridnya

Sedangkan murid-muridnya adalah Idris bin Shobih Al-Nicolas, Usamah bin Zaid Al-LAISI, Ismail bin Umayah, Basir bin Muharrar, Bakir bin Abdullah bin Asyja ', Al-Harits bin Abdurrahman bin Abi Dabab, Hasan bin' Athiah, Al- Hudrami bin Lahiq, Kholad bin Abdirrahman Ash-Shn'ani, Dawud bin 'Asim bin Urwah bin Mas'ud Asy-Syaqofi, Dawud bin Abi Hind, Zaid bin Aslam, Zaid Al-Bashari, Abdulwahid bin Zaid, Salim bin Abdullah bin Umar , Saad bin Ibrahim, Said bin Khalid bin Abdullah bin Qorid Al-Qoridho, Said bin Yazid Al-Bashori, Syarik bin Abdullah bin Damar, Sholeh bin Abi Hasan Al-Madani, Shofwan bin Salim, Thoriq bin Abdurrahman, Thalak bin Habib, Abu Zanad Abdullah bin dakwan, Abdullah bin Qosim At-Taimi, Abdullah bin Muhammad bin Uqail, Abdullah bin Qoyyis At-Tajibi. Dan masih banyak lagi murid-muridnya yang lain yang tidak disebutkan di sini.

Beberapa Hadits yang Diriwayatkan Sai'd bin Musayyib

Sa'id bin Musayyib meriwayatkan hadis-hadis secara mursal dari Rasulullah, di antaranya;

- Dari Sa'id bin Musayyib, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw besarbda:

(( ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ وَإِنْ صَامَ وَإِنْ صَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ: مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَ إِذَا ائْتُمِنَ خَانَ ))

"Tiga perkara, jika tedapat dalam diri seseorang maka dia layak disebut sebagai seorang munafik (walaupun melaksanakan siyam dan solat dan mengklauim dirinya Muslim); Jika berkata berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat. "[3]

"Tiga perkara, jika tedapat dalam diri seseorang maka dia layak disebut sebagai seorang munafik (walaupun melaksanakan siyam dan solat dan mengklauim dirinya Muslim); Jika berkata berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat. "[3]

- Dari Sa'id bin Musayyib bin Hazn, bahawa datuknya (Hazn) mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, lalu Nabi bertanya kepadanya, "Siapa namamu?", Dia menjawab, "Hazn (sedih)." Nabi berkata, "Bagaimana jika namamu diubah dengan Sahl (mudah)? ". Hazn berkata, "Saya tidak menukar nama yang telah diberikan oleh kedua-dua orang tua saya, sehingga akupun dikenali di kalangan masyarakat dengan sebutan nama tersebut." Sa'id bin Musayyib berkata, "Oleh itu sampai masa kami, keluarga kami dikenali oleh Ahlul Bait dengan sebutan al-Hazunah (keturunan Hazn). "[4]

[1] (Tarikh at-Tasyri 'al-Islami, Manna'ul Qaththan, hlm, 294, Maktabah Wahbah)

[2]. tahdzib al-kamal 11/74.

[3] - HR. Ahmad (3 / no. 9169), Muslim (105) dan Imam al-Bukhari meriwayatkan dengan sanad yang berbeza dalam al-Iman (33).

[4] - HR. Ahmad (9 /, no. 23734), al-Bukhari dalam Adab Mufrad no. 6190 dan al-Baihaqi (9/307).

sumber islampos.com

Tuesday, July 11, 2017

Makan Daging Babi Kerana Tak Tahu, Apa Hukumnya?

Mungkin sebahagian dari kita masih tidak tahu akan ciri-ciri makanan yang diharamkan oleh Allah, ataupun warung makanan yang kita makan tidak jujur ​​akan masakan yang dia masak. sehingga kita secara tidak sengaja memakan makanan yang diharamkan, contohnya adalah daging babi. bagaimana agama menyikapi hal tersebut berikut penjelasannya yang dikutip dari Muslim.or.id

Allah maafkan kesalahan yang dilakukan kerana jahil. lupa dan tidak sengaja

Allah Ta'ala Maha Bijaksana dan disucikan dari kezaliman. Diantara kebijaksanaan Allah adalah Dia tidak menghukum kesalahan yang dilakukan kerana tidak tahu, lupa atau tidak sengaja. Ia berfirman:


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Orang-orang beriman berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah" "(QS. Al Baqarah: 286).


Dan doa orang-orang beriman ini telah dijawab oleh Allah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya:

فأنزلَ اللَّهُ تعالى: لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا قالَ: قَد فعلتُ

"Allah menurunkan ayat 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Orang-orang beriman berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah ', lalu Allah berfirman:' telah aku kabulkan '" (HR. Muslim no. 126).

Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam juga bersabda:


إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه

"Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah kerana tidak sengaja, atau kerana lupa, atau kerana dipaksa" (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Maka perbuatan yang hukumnya haram ketika dilakukan kerana murni tidak tahu, murni tidak sengaja atau murni lupa tidak terhitung sebagai dosa di sisi Allah. Maka untuk hal tersebut ia tidak dituntut untuk bertaubat, kerana tuntutan bertaubat itu berkaitan dengan dosa.

Makan daging babi kerana tidak tahu

Daging babi sudah jelas keharamannya. Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah" (QS. Al Baqarah: 173).

Namun jika makan daging babi kerana sebab tertentu yang dibenarkan oleh syariat atau dimaafkan oleh syariat maka tidak ada dosa bagi pemakannya. Oleh kerana itu lanjutan ayat ini:

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang "(QS. Al Baqarah: 173).

Dalam keadaan darurat semisal sangat lapar dan tidak ada makanan lain selain daging babi, maka ketika itu syariat membenarkan dengan syarat tidak boleh berlebihan sekadar dapat mencegahnya dari kematian. Dan dalam ayat ini dikatakan 'tidak ada dosa baginya'. Demikian juga jika makan daging babi kerana sebab yang dimaafkan oleh syariat iaitu kerana tidak tahu, tidak sengaja atau lupa.

Dalam ayat ini juga Allah tidak menuntut pemakan daging bagi kerana kecemasan itu untuk bertaubat, padahal daging babi masuk ke perutnya, namun itu kerana sebab yang dimaafkan dan dibenarkan oleh syariat. Bahkan Allah tegaskan dengan dua penegasan: 'tidak ada dosa baginya' dan 'Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'.

Para pembaca Islampos yang dirahmati oleh Allah SWT,

sumber islampos.com

Saturday, July 8, 2017

Kaum Yang Mencari Makan Dengan Lidah Mereka

Image result for sungai nil

PEMBOHONGAN akhir-akhir ini bila kita renungi adalah sesuatu yang tidak boleh lepas dari kehidupan sehari-hari. Tanpa kita sedari, kadang-kadang tak satu hari pun kita lewati tanpa kebohongan kecil kepada suami, isteri, anak dan orang tua kita di dalamnya.

Mungkin tidak semua dari kita yang berlaku demikian-hal ini patut kita syukuri bersama, namun apabila kita terlanjur terbiasa berbohong, hendaknya kita segera bertaubat dan berusaha dengan keras untuk menghilangkan tabiat buruk ini. Caranya adalah dengan senantiasa berdzikir dan beristighfar di sela-sela waktu kosong kita. Kerana tabiat berbohong ini apabila dibiarkan, dikhuatiri akan memudahkan kita untuk dapat berbohong dengan skala yang lebih besar. Apalagi jika profesi kita bergantung kepada kemampuan berbicara.

Mencari rezeki atau memperoleh dunia dengan cara yang sesuai dengan syariat bukanlah perbuatan aib. Contohnya, mencari kehidupan dengan mengajar, memberi penjelasan kepada orang lain, atau berhujjah, seperti profesi seorang peguam, guru, dan yang lainnya yang memang bergantung kepada kemampuan berbicara.

Walau bagaimanapun, apabila seseorang mencari makan dengan lisannya, baik dengan cara menjilat orang lain, bersumpah palsu dalam jual-beli atau pun berbohong, maka perbuatannya itu sungguh tercela.

Suatu ketika, Umar ibn Sa'ad ibn Abi Waqqash punya keperluan dengan ayahnya, Sa'ad ibn Abi Waqqash. Ia lalu menyampaikannya kepada sang ayah melalui syair-syair berisi pujian dan sanjungan yang biasa disampaikan orang untuk meraih apa yang mereka inginkan. Sa'ad ibn Abi Waqqash belum pernah mendengar syair-syair seperti itu. Oleh itu, apabila anakanya itu selesai bicara, Saad bertanya, "Anakku, apa bicaramu sudah selesai?" Umar menjawab, "Ya, sudah."

Sa'ad pun berkata, "Engkau tidak terlalu jauh dengan apa yang engkau perlukan. Aku sendiri tidak lebih zuhud darimu sejak aku mendengar apa yang engkau ucapkan tadi. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Kelak akan ada satu kaum yang mencari makan dengan lidah mereka, sebagaimana lembu makan dari tanah', "(HR Ahmad. Syaikh al-Arna 'uth menilai riwayat ini hasan.)

Abdullah ibn Amr meriwayatkan, bahawa Rasulullah SAW bersabda,
"Di antara tanda semakin dekatnya kiamat ialah diangkatnya orang-orang jahat, disingkirkannya orang baik, kata-kata kotor mulai banyak diucapkan, amal dibagus-baguskan, dan kejelekan tersebar luas."
Abdullah ibn Amr lalu bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apa yang dimaksud dengan kejelekan?" Beliau menjawab, "Semua yang ditulis kecuali Al-Quran." (HR. Ath-Thabrani. Menurut al-Haitsamani dalam Majma 'az-Zawa'id, bahawa para penyampai riwayat ini adalah perawi hadith sahih.) []

Sumber: Kimat Sudah Dekat? / Dr. Muhammad al-'Areifi / Penerbit: Qisthi Press / 2011

Friday, July 7, 2017

Isi Surat Umar Bin Khattab Untuk Sungai Nil

Image result for sungai nil

KISAH ini bermula pada masa awal Islam berjaya menaklukan Mesir. Umar bin Khatab yang ketika itu menjadi pemimpin Islam kemudian melantik Sayyidina Amr bin Al-Ash ra sebagai Gabenor. Apabila sudah menjalani kepemimpinannya, penduduk Mesir datang untuk menemui sang guburnur baru.

Mereka menyampaikan bahawa kala itu sudah memasuki bulan yang dianggap suci oleh penduduk Mesir. Mereka lantas mendedahkan kebiasaan suci yang selalu dilakukan ketika memasuki bulan ini. Jika tidak dilakukan, penduduk percaya bahawa Sungai Nil tidak akan dialiri air. 'Amr bin' Ash berkata: "Apa tradisi itu?"

Tradisi tersebut adalah mencari anak gadis untuk dilemparkan ke Sungai Nil sebagai tumbal. Namun, ini hanya dilakukan kepada orang tua yang redha anak perempuannya dijadikan tumbal agar sungai Nil kembali meluap. Namun hal ini tidak diluluskan oleh Amr bin 'Ash. Baginya perbuatan itu dilarang oleh Islam dan Islam melenyapkan ajaran buruk sebelumnya.

Penduduk kemudian mengikuti apa yang diperintahkan sang Gubernur. Namun kebimbangan penduduk akhirnya terjadi. Sungai Nil yang tadinya penuh dengan air sedikit demi sedikit mulai surut dan nyaris menyusut. Pada akhirnya, sungai yang terbentang di Afrika tersebut nyaris tanpa aliran. Akibatnya, keadaan ini menjadi ancaman kepada ekonomi negara tersebut. Kerana, selama tiga bulan Sungai Nil tanpa air.

Penduduk Mesir mula resah dan bercadang untuk pindah. Melihat keadaan ini, Amr bin 'Ash menghantar surat untuk pemimpin tertinggi, Umar bin Khatab. Ia menerangkan tentang keadaan yang dialami masyarakat Mesir, serta kebiasaan suci yang menjadi rutin tahunan dimasa lalu tersebut.

Kemudian 'Umar bin Khattab menulis surat kepada' Amr bin Ash yang di dalamnya ada nota kecil. Dalam surat 'Umar menulis: "penghadang benar. Islam memang menghapuskan kebiasaan buruk sebelumnya. Sesungguhnya saya telah menghantar kepadamu dalam suratku nota kecil maka lemparlah nota kecil itu ke sungai Nil. "

Setelah membaca surat dari Umar, Amr bin ash kemudian penasaran dengan isi surat yang akan dilemparkan ke dalam sungai Nil. Ia kemudian membuka surat tersebut dan berisi sebagai berikut:

"Dari hamba Allah, Amirul Mukminin, Umar bin Khattab untuk Nil penduduk Mesir. Amma ba'du. Jika engkau mengalir kerana kemahuanmu, janganlah engkau mengalir. Tetapi bila engkau mengalir kerana diperintah oleh Allah, maka aku meminta kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa agar menjadikanmu mengalir. "

Amru bin 'Ash kemudian melempar kertas tersebut ke dalam Sungai Nil yang sudah kering. Sementara penduduk Mesir tengah bersiap untuk hijrah kerana sungai yang menjadi sumber kehidupan mereka tidak lagi mengalirkan air.

Setelah surat Umar dilempar, keesokan harinya, di pagi hari di hari raya Nasrani, air Sungai Nil telah mengalir dengan ketinggian 7 meter lebih hanya dalam masa satu malam.

Sungai Nil kemudian terus melimpah dan tidak pernah surut hingga sekarang. Satu perkara yang pasti, tradisi menjadikan anak gadis sebagai tumbal juga hilang sejak Islam masuk ke negeri tersebut.

Semoga maklumat ini memberi pengetahuan baru tentang dunia Keislaman dan semakin menambah Iman. Terima kasih kerna membaca.

sumber islampos.com




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
p/s: Jika ada diantara blogger yang ingin bertukar pautan link dengan detikislam.blogspot.com, boleh lah pm di facebook admin.

Juga kepada blogger-blogger yang telah membuat pautan link detikislam di blog masing-masing tetapi admin masih tidak meletakkan pautan link blog saudara saudari, minta pm juga di facebook admin. Sekian, Terima Kasih

Blog's stats Jumaat 30.12.2011 bersamaan 4 Safar 1433

Back To Top
Profile Picture
©1433 Hakcipta Tak Terpelihara
Anda digalakkan untuk mengambil apa-apa bahan di dalam laman ini untuk tujuan penyebaran, tanpa perlu memberitahu kepada pihak kami. Anda digalakkan untuk memaparkan sumber asal bahan tersebut.
E-mel :@gmail.comatau Facebook :www.facebook.com/blogdetikislam