Tuesday, June 28, 2016

Haid Datang 5 Minit Sebelum Maghrib, Bagaimana Puasanya?


Apabila seorang wanita mulai kedatangan haid lima minit sebelum azan magrib, sama ada puasanya diteruskan atau batal?

Jawapan:

Alhamdulillah, dikutip dari IslamQA. Kalau seorang wanita telah keluar haid sebelum terbenam matahari, walaupun sesaat, maka puasanya batal. Maka dia harus mengqadha untuk hari itu.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata dalam kitab Majalis Syahri Ramadan, hal. 39: "Kalau haidnya telah terlihat dari seorang wanita yang sedang berpuasa meskpun sesaat sebelum magrib, maka puasa hari itu batal dan diharuskan mengqadha."

Dia tidak dibolehkan berpuasa dalam keadaan haid, kalau dia tetap melakukan (puasa), maka puasanya tidak sah.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam Al-Mughni, 4/397: "Jika wanita haid berniat puasa dan menahan (dari makan) padahal dia telah mengetahui keharaman akan hal itu, maka dia berdosa dan tidak diterima puasanya."

Wallahu a'lam.

sumber islampos.com

Monday, June 27, 2016

Para Pemimpin Tidur


Dunia Islam harus menyedari, baik pemimpin dan masyarakatnya akan fakta-fakta berikut ini:

Pemimpin Amerika sekarang ini bukan memimpin untuk kemaslahatan negerinya ... Politik Amerika sekarang tidaklah digariskan oleh undang-undang Gedung Putih ... Sesunggunhya yang memimpin Amerika hari ini adalah kelompok Yahudi-Zionis yang semakin besar di Amerika dengan menggunakan cover Kristian. Yang mengendalikan Gedung Putih ialah undang-undang yang ada dalam Kitab Perjanjian Lama.

Adapun sasaran utama yang tidak boleh dirunding dan ditawar ialah memusnahkan Islam dengan cara menghancurkan kaum Muslimin di mana saja mereka berada, apapun keadaan mereka, walaupun mereka bagaikan Malaikat Rahmah yang berjalan di atas bumi dengan tenang.

Kata baru yang dihembuskan ke telinga kita yang belum terbiasa mendengarnya, yaitu Keganasan, adalah senjata pemusnah Amerika yang sangat fleksibel digunakan untuk memakan korban orang-orang yang tak bersalah di seantero dunia ini. Senjata tersebut telah berjaya membunuh kaum Muslimin yang tak bersalah yang tidak dapat dicelakakan sebelumnya oleh senjata apapun.

Jika anda mendengar mereka (Amerika) mengucapkan kata "pengganas", ketahuilah bahawa terjemahannya tak lain adalah aktivis Muslim yang aktif yang perlu dicurigai. Jika anda mendengar mereka (Amerika) berkata "Keganasan", maka ketahuilah terjemahannya tidak lain kecuali generasi Islam yang tidak tidur menjaga kemaslahatan negeri mereka, atau yang bekerja keras untuk mengembalikan hak-hak umat mereka.

Itulah keputusan yang diambil beberapa tahun lalu dalam gua tersembunyi dan gelap gelita, dengan penghinaan yang luar biasa terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta gangguan terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan.

Tiba masanya masyarakat Muslim dunia mencari gua tempat tidur dan sembunyi para pemimpin mereka serta para pemimpin Pertubuhan Persidangan Islam (OIC) dan membangunkan mereka dari tidur nyenyak, membebaskan mereka dari rasa mengantuk yang sangat berat itu agar mereka mau membuka mata untuk melihat keputusan yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Protestan Yahudi atas nama "Perjanjian Lama", berkaitan hak Islam dan kaum Muslimin. Teks keputusan itu berkaitan dengan penghapusan Al-Qur'an. Benar, untuk menghapuskan Al-Qur'an dan membersihkan bumi (negeri) Islam dari Al-Qur'an dan semua kaum Mukmin serta memberikannya (negeri-negeri Islam) itu kepada Bani Israel dengan harga yang sangat murah.

Itulah keputusan yang dikeluarkan para petinggi Taurat / Perjanjian Lama di Amerika dan para pelayan dan budak-budak Yahudi di Gedung Putih telah berjanji untuk menjalankan keputusan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Nah, apa pula gerangan keputusan yang akan dikeluarkan oleh Dunia Islam melalui para pemimpinnya dan melalui OIC, atau melalui lembaga apa saja yang ada di Dunia Islam?

Wahai para pemimpin yang sedang nyenyak tidur di dalam gua! Mengapa kalian tidak menggali gua yang lebih dalam lagi untuk kalian boleh tidur lebih nyenyak lagi agar terbuka peluang lebar-lebar bagi orang-orang yang masih hidup? Orang-orang mulia dan terhormat di kalangan masyarakat kalian yang darah mereka mendidih di mana mereka merindukan hari kematian di jalan Allah?

Mereka telah menjadikan Islam sebagai jalan hidup dan telah berbai'ah (sumpah setia) kepada Allah, sementara kalian menjadikan diplomasi untuk hiasan lisan ... mereka telah menjadikan ubudiyah yang jujur ​​dan takut pada Allah, sementara kalian menjadikan kata-kata hampa dan kosong yang tidak boleh diterima oleh moral dan hati .. Serentak dengan itu, kamu tidak pula mau kecuali tetap hidup di atas jasad umat kalian yang terluka menganga itu ....

Wahai para pemimpin yang kerdil ... Jika kalian tetap tidak mempunyai rasa ghirah (cemburu) atas kemuliaan yang dinjak-injak dan hak-hak yang dicabik-cabik oleh dasar Amerika itu, maka paling tidak kalian harus punya rasa kasihan terhadap umat kalian yang dengan mereka kamu sampai ke kerusi kuasa itu ... Sebenarnya kalian sanggup mengubati luka umat ini dengan salah satu daripada dua cara:

Dengan taubat nashuha (yang sungguh-sungguh) ikhlas kerana Allah dan kemudian kembali berlindung kepada syari'at dan agama-Nya.

Atau berlapang dada pada umat dan masyarakat kalian dan membuka jalan lebar-lebar pada mereka agar mereka dapat peluang menganut prinsip-prinsip dan nilai-nilai agar dengannya mereka dapat meniti jalan menuju ketinggian kemuliaan dan kepahlawanan ..

Jika kalian tetap tidak mau bertaubat pada Allah dan berdamai dengan-Nya, tidak mau melirik dan mengasihani umat ini demi menyembunyikan kepala kalian dari para pembunuh dan perampas hak-hak kalian dan para perompak kekayaan ekonomi negeri kalian, maka lebih baik kamu mencari tempat tidur di dalam bumi, dari pada kalian mati tercabik-cabik di atasnya. Yang demikian itu lebih baik agar persekitaran tidak dicemari oleh bau busuk dan bangkai-bangkai para pemimpin.

sumber eramuslim.com

Sunday, June 26, 2016

Abdullah bin Mubarak, Ulama yang Berhaji tanpa Ke Tanah Suci


Ketika sampai di Kota Kufah, perjalanan haji Abdullah bin Mubarak ke Tanah Suci terhenti. Dia melihat seorang perempuan sedang mencabuti bulu itik dan Abdullah seperti tahu, itik itu adalah bangkai.

"Ini bangkai atau hasil sembelihan yang halal?" Tanya Abdullah memastikan.

"Bangkai, dan aku akan memakannya bersama keluargaku."

Ulama hadis yang zuhud ini heran, di negeri Kufah bangkai ternyata menjadi santapan keluarga. Ia pun mengingatkan perempuan tersebut bahawa tindakannya adalah haram. Si perempuan menjawab dengan pengusiran.

Abdullah pun pergi tapi selalu datang lagi dengan nasihat sama. Berkali-kali. Hingga suatu hari perempuan itu menjelaskan perihal keadaannya.

"Aku mempunyai beberapa anak. Selama tiga hari ini aku tak mendapatkan makanan untuk menyara mereka. "

Hati Abdullah bergetar. Segera ia pergi dan kembali lagi bersama keldainya dengan membawa makanan, pakaian, dan sejumlah bekal.

"Ambillah keledai ini di bawah barang-barang bawaannya. Semua untukmu. "

Tak terasa, musim haji berlalu dan Abdullah bin Mubarak masih berada di Kufah. Artinya, ia gagal menunaikan ibadah haji tahun itu. Dia pun memutuskan bermukim sementara di sana sampai para jamaah haji pulang ke negeri asal dan ikut bersama rombongan.

Begitu tiba di kampung halaman, Abdullah disambut antusias masyarakat. Mereka beramai-ramai memberi ucapan selamat atas ibadah hajinya. Abdullah malu. Keadaan tak seperti yang disangkakan oran-orang. "Sungguh aku tidak menunaikan haji tahun ini," katanya meyakinkan para penyambutnya.

Sementara itu, kawan-kawannya yang berhaji mengetengahkan cerita lain. "Subhanallah, bukankah kami menitipkan bekal kepadamu ketika kami pergi kemudian mengambilnya lagi saat kau di Arafah?"

Yang lain ikut menanggapi, "Bukankah kau yang memberi minum kami di suatu tempat sana?"

"Bukankah kau yang membelikan sejumlah barang untukku," kata satunya lagi.

Abdullah bin Mubarak semakin bingung. "Aku tak faham dengan apa yang kamu katakan. Aku tak melaksanakan haji tahun ini. "

Hingga malam harinya, dalam mimpi Abdullah mendengar suara, "Hai Abdullah, Allah telah menerima amal sedekah dan mengutus malaikat menyerupai sosokmu, menggantikanmu menunaikan ibadah haji." Demikian diceritakan kitab An-Nawadir karya Syeikh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qulyubi.

sumber islampos.com

Saturday, June 25, 2016

Di Akhir Zaman, Hukum Allah Ditinggalkan

hukum buku

Menjelang akhir zaman, hukum Allah SWT akan ditinggalkan. Kebanyakan manusia tidak lagi mengindahkan aturan-Nya.

HIDUP ini penuh dengan permasalahan. Tetapi, kita tidak merasa kelabakan mengatasinya. Sebab, Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberikan kita pedoman, yakni kitab suci Al-Quran dan sunnah Rasul. Kedua-duanya merupakan sumber undang-undang utama bagi setiap muslim. Permasalahan apapun dapat diatasi dengan baik, jika mengikuti aturan-Nya.

Meski begitu, ternyata kebanyakan orang tak mengindahkan aturan Allah SWT tersebut. Inilah yang akan berlaku di akhir zaman kelak. Di mana kebanyakan manusia tidak lagi mempergunakan hukum Allah SWT.

Kita tahu bahawa mengambil keputusan hukum berdasarkan peraturan yang ditetapkan Allah SWT turunkan adalah salah satu kewajiban utama. Allah SWT berfirman, "Barang siapa tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir," (QS. Al-Maidah: 44).

Di akhir zaman, tali-tali pengikat Islam akan terlepas satu per satu. Tali yang pertama kali akan terlepas itu adalah hukum Allah.

Umamah al-Bahli RA meriwayatkan, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tali-tali pengikat Islam ini akan terleas satu per satu. Setiap kali satu tali terlepas, manusia akan berpegang pada tali berikutnya. Yang pertama akan terlepas adalah hukum Allah dan terakhir adalah solat, "(HR. Ahmad dan At-Thabrani. Perawi hadis ini adalah perawi as-sahih).

Tanda ini sudah kelihatan di sebahagian besar negeri Islam. Mereka sudah tidak lagi berpegang pada hukum Islam kecuali dalam persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pernikahan, talak, waris dan seumpamanya. Dalam persoalan-persoalan jual-beli, undang-undang jenayah dan undang-undang sivil, mereka berpedoman pada undang-undang Perancis, Inggeris dan hukum-hukum positif lainnya. Inilah maksud tidak berhukum dengan hukum Allah. "Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. Al-Maidah: 50). []

Rujukan: Kiamat Sudah Dekat? / Karya: Dr. Muhammad Al-'Areifi / Penerbit: Qisthi Press

sumber islampos.com




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
p/s: Jika ada diantara blogger yang ingin bertukar pautan link dengan detikislam.blogspot.com, boleh lah pm di facebook admin.

Juga kepada blogger-blogger yang telah membuat pautan link detikislam di blog masing-masing tetapi admin masih tidak meletakkan pautan link blog saudara saudari, minta pm juga di facebook admin. Sekian, Terima Kasih

Blog's stats Jumaat 30.12.2011 bersamaan 4 Safar 1433

Back To Top
Profile Picture
©1433 Hakcipta Tak Terpelihara
Anda digalakkan untuk mengambil apa-apa bahan di dalam laman ini untuk tujuan penyebaran, tanpa perlu memberitahu kepada pihak kami. Anda digalakkan untuk memaparkan sumber asal bahan tersebut.
E-mel :@gmail.comatau Facebook :www.facebook.com/blogdetikislam